Korban tewas longsor Cisarua capai 50 jiwa, puluhan masih dalam pencarian

Jumlah korban tewas akibat longsor di Cisarua, Bandung Barat, meningkat menjadi 50 orang. Sebanyak 80 warga masih dinyatakan hilang, sementara operasi pencarian terus berlanjut meski medan dan cuaca yang sulit.

By
Tim SAR menemukan korban tewas tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, 27 Januari 2026. / Reuters

Jumlah korban tewas akibat longsor yang melanda kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus bertambah, sementara operasi pencarian masih berlangsung di tengah medan yang sulit.

Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (27/1) malam, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah menerima 50 kantong jenazah dari lokasi bencana. Dari jumlah tersebut, 34 korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. 

Dengan perkembangan ini, total korban meninggal dunia tercatat mencapai 50 orang.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan jumlah warga terdampak meningkat dari semula 34 kepala keluarga menjadi 35 kepala keluarga dengan total 155 jiwa. Dari jumlah tersebut, 75 orang berhasil selamat, sementara 80 lainnya masih dalam proses pencarian.

Upaya pencarian melibatkan sekitar 2.000 personel gabungan dari berbagai unsur, meski untuk sementara hanya 250 personel yang diterjunkan langsung ke area terdampak karena kondisi lapangan yang berbahaya. Operasi pencarian dijadwalkan berlanjut pada Rabu.

Longsor terjadi pada Sabtu di sebuah desa di wilayah Bandung Barat, menimbun puluhan rumah di bawah lumpur dan material longsoran. 

Selain warga sipil, bencana ini juga berdampak pada personel militer yang tengah menjalani latihan di sekitar lokasi. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Muhammad Ali sebelumnya mengatakan 23 prajurit TNI tertimbun longsor, dengan empat di antaranya telah dipastikan meninggal dunia dan 19 lainnya masih dinyatakan hilang.

Wilayah terdampak memiliki kontur tanah yang terjal dan akses terbatas, sehingga memperlambat proses evakuasi. 

Ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal telah direlokasi ke lokasi pengungsian, sementara tim penyelamat terus berupaya menembus tumpukan tanah dan puing-puing untuk menemukan korban yang masih tertimbun.