DUNIA
2 menit membaca
Militer Indonesia beralih kerja jarak jauh satu hari untuk mengurangi penggunaan bahan bakar
Hong Kong menaikkan peringatan perjalanan untuk Iran dan Israel ke level tertinggi, sementara Cathay Pacific membatalkan penerbangan ke dan dari Dubai hingga 31 Mei.
Militer Indonesia beralih kerja jarak jauh satu hari untuk mengurangi penggunaan bahan bakar
Pasukan Kopassus berbaris saat gladi bersih untuk HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Monas, Jakarta, pada 2 Oktober 2025. / Reuters
7 jam yang lalu

Kementerian Pertahanan Indonesia dan militer telah memperkenalkan kebijakan yang memungkinkan satu hari kerja dari jarak jauh per minggu sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar di tengah kelangkaan energi global yang disebabkan oleh krisis Timur Tengah yang meningkat, lapor media negara pada hari Selasa.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Brigjen Rico Ricardo Sirait mengatakan bahwa kebijakan itu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat efisiensi nasional, khususnya dalam pengelolaan sumber daya strategis, menurut kantor berita Antara.

Kebijakan tersebut mencakup beberapa komponen utama, seperti penyesuaian jadwal kerja, dengan beberapa fungsi beralih dari lima hari menjadi empat hari kerja di kantor.

Pengaturan ini mengikuti persetujuan presiden untuk skema kerja dari rumah mingguan yang bertujuan mengurangi konsumsi bahan bakar setelah libur Idul fitri.

Secara terpisah, Hong Kong telah menaikkan peringatan perjalanan untuk Iran dan Israel menjadi hitam — tingkat tertinggi yang menandakan “ancaman parah” — di tengah konflik yang berkecamuk.

Pemerintah juga mengeluarkan peringatan kuning-oranye untuk negara-negara Timur Tengah lainnya: Bahrain, Yordania, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, lapor Hong Kong Free Press.

Maskapai kebanggaan Hong Kong, Cathay Pacific, mengatakan penerbangan ke dan dari Dubai dibatalkan hingga dan termasuk 31 Mei 2026, menurut sebuah pernyataan.

Eskalasi regional di Timur Tengah terus memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan sejauh ini lebih dari 1.340 orang, termasuk kemudian-Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan berulang menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS.

Teheran juga mengambil kendali atas Selat Hormuz, rute pengangkutan minyak global yang kritis yang dilalui sebagian besar pasokan energi menuju negara-negara Asia.

SUMBER:TRT World & Agencies