BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Produksi minyak Pertamina capai 1.321 BOPD di lepas pantai Jawa Barat
Sumur pengembangan juga mencatat produksi gas awal sebesar 2 juta kaki kubik standar per hari , dengan aliran hidrokarbon dari sumur ini yang secara alami kuat dan memiliki kandungan air sebesar 0 persen.
Produksi minyak Pertamina capai 1.321 BOPD di lepas pantai Jawa Barat
Produksi minyak dan gas dari sumur pengembangan LLA-6 di Platform LLA, mencapai 1.321 barel minyak per hari. / Dok. PT Pertamina Hulu Energi

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) mengumumkan produksi minyak dan gas dari sumur pengembangan LLA-6 di Platform LLA, perairan utara Jawa Barat, mencatat capaian awal sebesar 1.321 barel minyak per hari (BOPD) serta gas 2 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengeboran lepas pantai yang kembali dilakukan setelah lebih dari 24 tahun tidak ada aktivitas drilling di anjungan tersebut.

Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE ONWJ, Adang Sukmatiawan, menjelaskan kepada Antara bahwa minyak yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dengan kandungan air atau Basic Sediment and Water (BSW) sebesar 0 persen.

Ia menambahkan bahwa hasil tersebut merupakan pengembangan dari pengalaman pengeboran sebelumnya pada sumur LLE-5ST, yang menjadi dasar penyempurnaan strategi teknis di lapangan.

“Keberhasilan sumur LLA-6 ini kami dapatkan dari pembelajaran Sumur LLE-5ST yang kami bor tahun lalu. Karena lapisan targetnya sama, strategi dan formulasi kami tingkatkan. Hasilnya terbukti memberikan produksi yang lebih optimal dengan eksekusi yang lebih matang,” ujar Adang.

Pengeboran sumur LLA-6 dimulai pada 24 Maret 2026 menggunakan dan mencapai kedalaman akhir 5.407 kaki measured depth (ftMD). Seluruh proses dari pengeboran hingga uji alir produksi pada 2 Mei 2026 diselesaikan dalam waktu 33 hari, dengan dukungan operasional laut.

Berdasarkan estimasi lapangan, biaya yang dikeluarkan untuk pengeboran sumur LLA-6 hanya mencapai 61,5 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui SKK Migas, atau sekitar 40 persen lebih rendah dari rencana awal.

PHE ONWJ menyebut efisiensi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam operasi, karena mampu menekan biaya tanpa mengurangi hasil produksi yang diperoleh dari sumur tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Pertamina EP temukan sumur baru dengan potensi 3.442 barel minyak di Sumatera
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
AS tetapkan tarif 10 persen untuk Indonesia dalam Skema Section 301
China mulai diversifikasi investasi nikel di luar Indonesia di tengah tekanan kebijakan
BI siapkan regulasi usai mandat diperluas, fokus ke pertumbuhan dan lapangan kerja
Indonesia nilai tarif tambahan AS bisa dorong daya saing ekspor produk RI
DSI resmi jadi eksportir tunggal komoditas strategis, Indonesia target dongkrak penerimaan negara
Anthropic usulkan jeda pengembangan AI global, peringatkan peran manusia kian menyempit
Kementerian Transmigrasi dan China kembangkan ekosistem pertanian di Papua Selatan
Rupiah jatuh ke level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS
IHSG tertekan hingga 4 persen di tengah aksi jual asing dan sentimen domestik
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS, IHSG anjlok ke level terendah sejak 2020
Türkiye dan Indonesia percepat realisasi target perdagangan 10 miliar Dolar, kata Fidan
Pelaku usaha desak kejelasan teknis terkait kebijakan baru ekspor SDA
IHSG berpotensi volatil di tengah tekanan harga minyak dan suku bunga tinggi
Indonesia terdampak rencana tarif baru AS atas produk terkait tenaga kerja paksa
SpaceX bidik valuasi US$1,75 triliun dalam IPO, salah satu yang terbesar dalam sejarah
Perusahaan Singapura DBS akan buka 18 wealth centre baru di Asia termasuk Indonesia
Indonesia catat surplus neraca perdagangan 72 bulan berturut-turut
Rupiah melemah, kurs jual dolar AS di bank tembus hingga Rp18.010
Negara bagian Florida gugat OpenAI atas dugaan dampak buruk ChatGPT
Indonesia tawarkan insentif pajak nol persen bagi eksportir patuh aturan DHE SDA