Australia akan memaksa Meta dan Google untuk membayar berita yang dibagikan di platform mereka melalui skema baru, dengan ancaman akan mengenakan pajak jika mereka menolak membuat kesepakatan dengan media lokal.
"Penting bagi platform digital untuk berperan. Mereka perlu mendukung akses ke jurnalisme berkualitas yang memberikan informasi dan memperkuat demokrasi kita," kata Menteri Komunikasi Michelle Rowland pada hari Kamis.
Perusahaan media konvensional di seluruh dunia sedang berjuang untuk bertahan hidup karena pendapatan iklan yang berharga semakin diraup secara online.
Australia ingin perusahaan teknologi besar memberikan kompensasi kepada penerbit lokal atas pembagian tautan berita yang meningkatkan lalu lintas ke platform mereka, sebuah gagasan yang sebelumnya ditolak oleh perusahaan-perusahaan tersebut.
Platform media sosial dengan pendapatan di Australia lebih dari US$160 juta per tahun akan dikenakan pajak dengan angka yang masih akan ditentukan, yang hasilnya akan digunakan untuk membayar berita.
Namun, mereka dapat menghindari pajak tersebut jika secara sukarela membuat perjanjian komersial dengan perusahaan media Australia.
Ini adalah langkah terbaru dalam upaya Australia untuk mengendalikan raksasa teknologi.
Bulan lalu, Australia mengesahkan undang-undang baru yang akan melarang anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial.
Undang-undang ini juga telah membahas pemberian denda kepada perusahaan yang gagal menghapus konten ofensif dan penyebaran disinformasi.
SUMBER: AFP










