Kesepakatan ini menandai langkah penting Indonesia dalam memperluas jaringan perdagangan internasional, khususnya dengan negara-negara anggota EAEU, seperti Rusia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Armenia.
Dengan FTA ini, diharapkan perdagangan antara Indonesia dan blok Eurasia akan semakin lancar dan tarif perdagangan bisa ditekan.
Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian KTT EAEU di St. Petersburg. Dalam kesempatan yang sama, delegasi Indonesia bertemu dengan para pemimpin negara anggota untuk membahas kerja sama ekonomi lebih luas, termasuk peluang investasi dan ekspor produk Indonesia ke kawasan Eurasia.
FTA ini menjadi bagian dari strategi Indonesia memperkuat hubungan perdagangan non-tradisional dan membuka akses pasar baru bagi produk unggulan nasional, seperti kelapa sawit, tekstil, karet, serta produk manufaktur lainnya.
EAEU sendiri berdiri sejak 2015 dan terdiri dari lima anggota: Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kyrgyzstan, dan Rusia. FTA dengan Indonesia dipandang penting karena membuka peluang kerja sama ekonomi jangka panjang di kawasan Eurasia yang selama ini relatif tertutup bagi eksportir Indonesia.
Selain itu, Indonesia juga memanfaatkan momentum KTT untuk memperkuat diplomasi ekonomi dengan negara anggota CIS, organisasi yang membina kerja sama ekonomi, politik, dan keamanan di kawasan pasca-Soviet.








