ASIA
2 menit membaca
Pemerintah Indonesia pastikan OHCHR soal transparansi dan akuntabilitas di tengah demonstrasi
Indonesia menegaskan kembali komitmennya terhadap hak asasi manusia dan menjanjikan keterlibatan konstruktif dengan OHCHR di tengah protes nasional yang mengakibatkan penahanan ratusan pengunjuk rasa.
Pemerintah Indonesia pastikan OHCHR soal transparansi dan akuntabilitas di tengah demonstrasi
Aktivis mengecam kekerasan yang diduga dilakukan polisi dalam protes tunjangan anggota DPR, di Indonesia, 3 September 2025. (Foto AP/Dita Alangkara)

Pemerintah Indonesia telah secara resmi menyatakan kesediaannya untuk terlibat secara konstruktif dengan Kantor Komisaris Tinggi untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyusul meningkatnya protes di seluruh negeri.

Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri, pemerintah menegaskan kembali komitmen mereka untuk melindungi hak-hak semua warga negara, termasuk kebebasan berunjuk rasa dan berekspresi. Namun, pemerintah menyatakan penyesalannya atas gelombang demonstrasi baru-baru ini yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum.

Pernyataan ini muncul setelah OHCHR merilis pernyataan yang mendesak pihak berwenang Indonesia untuk menahan penggunaan kekuatan yang berlebihan terhadap para pengunjuk rasa.

Kementerian juga menekankan bahwa Pemerintah Indonesia telah berjanji untuk menegakkan hukum yang adil dan transparan, dan setiap pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan keamanan saat ini sedang diselidiki sesuai dengan hukum nasional dan kewajiban internasional.

Komnas HAM pada hari selasa juga merilis pernyataan agar kepolisian membebaskan pengunjuk rasa yang ditahan, menegakkan keadilan restoratif serta mempermudah akses terhadap bantuan hukum, guna melindungi hak-hak asasi dasar.

Demonstrasi yang dimulai pada akhir Agustus ini telah meluas dengan cepat, baik dalam skala maupun intensitas, dan mencakup lebih dari 30 provinsi. 

Gelombang kerusuhan yang terjadi di seluruh Indonesia merupakan yang terburuk sejak Presiden Prabowo Subianto berkuasa tahun lalu dan memaksanya untuk membatalkan tunjangan bagi anggota legislatif.

Protes tersebut telah mengakibatkan kerugian yang tragis—setidaknya sepuluh orang dipastikan meninggal, 20 orang dilaporkan hilang menurut kelompok hak asasi manusia seperti KontraS, dan kerusakan infrastruktur yang luas termasuk bangunan-bangunan yang terbakar.

TerkaitTRT Global - Komnas HAM desak kepolisian terapkan keadilan restoratif dalam kasus demonstrasi

SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup usai taklukkan Thailand lewat adu penalti
Distribusi terganggu El Nino, Kementerian ESDM pastikan stok BBM nasional aman
Prabowo: Penyelundupan dan pencurian SDA ancam kedaulatan Indonesia
Densus 88 tangkap 12 terduga teroris, ungkap jaringan lintas enam provinsi
Presiden Prabowo lantik 26 anggota Wantimpres sebagai pemberi pertimbangan kebijakan
Gempa M5,9 guncang Sumba Barat Daya, 56 rumah dan 13 fasilitas umum rusak
HUT ke-81 TNI, Presiden Prabowo resmikan 204 satuan baru dan anugerahkan Bintang Mahaputera
Polda Kepri sita tiga mesin pesawat selundupan senilai Rp30 miliar
Presiden Prabowo dijadwalkan hadiri peringatan HUT ke-81 TNI di Cilangkap
Korea Selatan bidik kerja sama pertahanan lebih luas dengan Indonesia
361 personel Jepang dianugerahkan penghargaan usai bantu pemadaman karhutla di Kalimantan
BNPB padamkan hampir 3.800 hektare karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Polri tahan kapten KMP Virgo saat pencarian korban masih berlanjut di Laut Jawa
Arrmanatha Nasir dilantik sebagai Menlu, tegaskan lanjutkan arah diplomasi Indonesia
Presiden Prabowo siapkan tiga program bantuan kuartal IV 2026 untuk jaga daya beli masyarakat
Pemerintah siapkan penyesuaian PTKP dan perluasan insentif pajak pada 2027
Presiden Prabowo pimpin peringatan Hari Kesaktian Pancasila dan resmikan museum di Lubang Buaya
Indonesia perkuat kerja sama dengan Kamboja berantas penipuan daring
Masinis KA Argo Bromo Anggrek jadi tersangka tabrakan dengan KRL yang tewaskan 16 orang
Aksi ibu-ibu relawan di Kalimantan padamkan karhutla sekaligus lawan stigma