TNI selamatkan 18 pekerja Freeport yang dikepung kelompok bersenjata di Papua

Aparat TNI berhasil mengevakuasi 18 pekerja PT Freeport Indonesia yang sempat dikepung kelompok bersenjata selama tiga hari di wilayah pegunungan Papua Tengah. Seluruh pekerja dilaporkan selamat tanpa korban jiwa.

By
Pekerja melintas di tambang bawah tanah Grasberg, Freeport Indonesia, Timika, Papua / Arsip Reuters / Reuters

Operasi penyelamatan dilakukan di Distrik Tembagapura, Papua Tengah, setelah para pekerja Freeport dikepung kelompok bersenjata saat memperbaiki menara listrik milik perusahaan tambang emas dan tembaga tersebut. Informasi ini disampaikan Kementerian Pertahanan pada Kamis.

Juru bicara Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, menjelaskan para pekerja mendapat intimidasi selama pengepungan. Kelompok bersenjata dilaporkan melepaskan tembakan untuk menakut-nakuti korban dan memberikan tekanan psikologis.

Selama para pekerja terisolasi, TNI menggunakan pesawat nirawak untuk mengirimkan bantuan logistik berupa makanan dan obat-obatan. Setelah tiga hari, seluruh pekerja berhasil dievakuasi ke lokasi aman tanpa adanya baku tembak.

Komandan operasi, Mayor Jenderal Lucky Avianto, menyebut penyelamatan dilakukan di medan yang sangat sulit dengan tingkat ancaman tinggi serta keterbatasan waktu. Meski demikian, operasi berjalan lancar dan aman.

Papua dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi, meski memiliki sumber daya alam melimpah. Wilayah ini juga menjadi lokasi tambang Grasberg, salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang dikelola PT Freeport Indonesia.