Negara Asia soroti stabilitas kawasan pasca serangan AS–Israel ke Iran
Sejumlah negara Asia menyatakan keprihatinan atas ketegangan yang meningkat di Timur Tengah setelah serangan udara gabungan AS dan Israel ke Iran.
Sejumlah negara di Asia pada Sabtu menyuarakan kekhawatiran terkait stabilitas kawasan setelah serangan udara yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat terhadap Iran.
Kritik keras dari Malaysia
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengecam keras tindakan Israel, menyebut serangan itu sebagai upaya untuk menggagalkan proses diplomasi yang sedang berlangsung.
“Serangan yang dimulai Israel adalah usaha jahat untuk merusak negosiasi yang sedang berjalan dan menarik negara lain ke dalam konflik yang bisa sulit dikendalikan. Penghentian permusuhan secara segera dan tanpa syarat adalah keharusan,” ujar Anwar melalui akun X miliknya.
Anwar juga menyerukan agar Washington dan Teheran mencari jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan dan meminta komunitas internasional merespons secara cepat dan tanpa diskriminasi.
Sikap berbeda dari Australia
Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyatakan dukungan terhadap tindakan AS.
“Kami mendukung langkah Amerika Serikat untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir dan menghentikan ancaman Iran terhadap perdamaian serta keamanan internasional,” tulis Albanese di media sosial.
Namun, Pelapor Khusus PBB Ben Saul menilai dukungan Australia terhadap serangan ini “sangat mengkhawatirkan.” Ia menyebut agresi AS–Israel terhadap Iran melanggar Piagam PBB dan bukan bentuk pembelaan diri yang sah.
Respons negara Asia lain
Kantor kepresidenan Korea Selatan menyatakan Seoul memantau situasi dengan cermat dan mengimbau semua pihak menempuh langkah de-eskalasi, menurut laporan Yonhap News.
Jepang juga mengaku serius memantau perkembangan konflik, terutama terkait dampaknya pada keamanan energi. Kementerian Luar Negeri Jepang menegaskan akan melakukan upaya diplomasi bersama komunitas internasional untuk mencapai penyelesaian secepat mungkin.
Bangladesh menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah tiap negara di kawasan, meminta semua pihak menahan diri, menghindari eskalasi lebih lanjut, dan segera menempuh jalur diplomasi.
Imbauan perjalanan dan ketegangan meningkat
Beberapa negara — termasuk Indonesia, Australia, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, dan Nepal — mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negaranya ke Iran, Israel, dan Lebanon. Beberapa pemerintah menyarankan warganya meninggalkan Iran dan Israel segera, sementara yang lain mengimbau untuk tetap waspada.
Sabtu pagi, saat ledakan mengguncang Teheran dan Israel mengumumkan serangan “preventif” ke Iran, Presiden AS Donald Trump juga memastikan peluncuran “operasi tempur besar” di Iran.
Teheran menuding AS dan Israel melakukan agresi militer, melanggar kedaulatan Iran dan Pasal 2(4) Piagam PBB. Iran menegaskan haknya untuk membela diri dan menyatakan upaya diplomasi telah diprioritaskan, namun “saatnya kini tiba untuk membela tanah air” dan angkatan bersenjata akan merespons secara “tegas dan kuat.”