ASIA
2 menit membaca
Serangan kelompok separatis di Papua sepanjang 2025 tewaskan 94 orang
Data kepolisian ini menegaskan bahwa pendekatan keamanan yang dikombinasikan dengan dialog sosial dan peran komunitas lokal terus menjadi bagian penting dalam upaya menjaga stabilitas di Papua sepanjang 2025.
Serangan kelompok separatis di Papua sepanjang 2025 tewaskan 94 orang
Petugas keamanan melakukan patroli di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Indonesia. / Arsip Reuters
2 Januari 2026

Aksi kekerasan yang dilakukan kelompok separatis di wilayah Tanah Papua sepanjang 2025 telah merenggut sedikitnya 94 nyawa, berdasarkan data resmi yang dirilis kepolisian pada Kamis.

Kepala Kepolisian Papua, Patrige Renwarin, mengungkapkan bahwa jumlah korban tersebut berasal dari 104 insiden serangan yang terjadi di tiga provinsi di kawasan Papua. Dari total korban meninggal, sembilan personel TNI, enam anggota Polri, 64 warga sipil, serta 15 anggota kelompok separatis tercatat tewas.

Selain korban jiwa, serangkaian serangan itu juga menyebabkan 112 orang mengalami luka-luka. Rinciannya mencakup 43 anggota TNI dan Polri, 64 warga sipil, serta lima anggota milisi separatis, menurut keterangan polisi.

Patrige menjelaskan bahwa kepolisian mendorong pendekatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk meredam gangguan keamanan yang masih berlanjut. Pemerintah daerah, lembaga legislatif di tingkat wilayah, tokoh adat, serta pemuka agama diminta berperan aktif dalam menjaga perdamaian.

“Pendekatan yang berpusat pada manusia diharapkan dapat membantu menciptakan rasa aman dan stabilitas di seluruh Tanah Papua,” kata Patrige kepada Jakarta Globe.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan tokoh masyarakat dan pemimpin keagamaan dalam sejumlah kasus terbukti efektif. Upaya tersebut berhasil mendorong sejumlah anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk meninggalkan aksi kekerasan, menyatakan kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan mengakui otoritas pemerintah pusat di Jakarta.

Pada Desember lalu, lima tokoh berpengaruh dari OPM secara terbuka menyatakan kembali ke pangkuan Indonesia dalam sebuah acara resmi di Kabupaten Intan Jaya. Mereka diidentifikasi sebagai Ferry Japugau, Yusak Kum, Vabianus Sani, Yanuarius Sani, dan Yupianus Bilambani.

Data kepolisian ini menegaskan bahwa pendekatan keamanan yang dikombinasikan dengan dialog sosial dan peran komunitas lokal terus menjadi bagian penting dalam upaya menjaga stabilitas di Papua sepanjang 2025.

TerkaitTRT Indonesia - TNI klaim tewaskan 14 anggota separatis di Papua, OPM sebut ada korban sipil
SUMBER:TRT Indonesia