Pada Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina, Presiden Türkiye Recep Tayyip Erdogan menegaskan kembali dukungan tak tergoyahkan untuk Palestina.
Dalam sebuah unggahan di platform X pada hari Jumat, ia menyatakan: "Kami siap melakukan bagian kami, bukan hanya dengan tangan kami tetapi dengan seluruh tubuh kami, untuk menghentikan genosida di Gaza dan membuka jalan menuju perdamaian yang abadi."
Ia juga menambahkan bahwa Türkiye telah menyuarakan penentangan terhadap kekejaman Israel di Gaza sejak hari pertama.
Berbicara tentang penderitaan rakyat Palestina di Gaza yang dilanda perang Israel, ia mengatakan: "Ketika kami melihat anak-anak berdiri dalam antrean selama berjam-jam di tengah hujan dan lumpur dengan kaki telanjang hanya untuk semangkuk sup, hati kami hancur. Bisakah seseorang yang memiliki hati, bukan batu, di tubuhnya tetap diam menghadapi tragedi seperti ini?"
Lebih lanjut, Presiden Erdogan menegaskan solidaritasnya dengan rakyat Palestina di Gaza, menyatakan rasa keterhubungan yang mendalam dengan mereka yang tertindas, sambil mengkritik sekutu-sekutu Israel atas dukungan mereka terhadap perang yang sedang berlangsung di Gaza.
"Penderitaan rakyat tertindas di Gaza, Palestina, dan Lebanon adalah penderitaan kita semua; dan memang seharusnya begitu. Merestui penindasan adalah bentuk penindasan. Siapa pun yang berdiri di sisi penindas juga berbagi dalam penindasannya," katanya.
Berbicara tentang sejarah kemurahan hati Türkiye, ia menekankan ketidakberpihakan negaranya dalam mendukung mereka yang tertindas.
"Kami adalah bangsa yang secara historis membuka pintu bagi siapa saja yang mengalami penindasan, baik itu Yahudi maupun Kristen. Dalam pandangan kami, baik identitas orang yang tertindas maupun keyakinan penindas tidak menjadi pertimbangan," ujarnya.
Merujuk pada perang brutal Israel di Gaza, Presiden Türkiye berharap agar apa yang ia sebut sebagai "kegilaan murni" ini segera berakhir.
"Kita berharap dan berdoa agar keadaan kegilaan yang telah mengubah wilayah kami menjadi lautan darah selama 420 hari ini akhirnya berakhir," katanya.
Berbicara tentang pentingnya surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional terhadap Perdana Menteri Israel, ia menyebut bahwa tindakan pengadilan tertinggi PBB ini penting untuk menghentikan pertumpahan darah di wilayah tersebut.
"Sebelum kondisi musim dingin semakin parah, sebelum lebih banyak darah tak berdosa tertumpah, sebelum lebih banyak ibu dan ayah berduka atas anak-anak mereka, sebelum lebih banyak anak menjadi yatim piatu, dan sebelum kepercayaan pada lembaga internasional semakin rusak," katanya sambil mengakhiri pesannya dengan harapan agar tidak ada lagi darah yang tertumpah di Gaza.
Presiden juga menegaskan kembali perlunya gencatan senjata yang mendesak dan berkelanjutan di Gaza.
"Singkatnya, gencatan senjata yang berkelanjutan harus segera ditegakkan di Gaza atas nama kemanusiaan. Dengan dukungan lembaga dan nilainya yyang semakin kehilangan arah, Türkiye telah membela hal ini sejak hari pertama dan tetap pada posisi yang sama hingga hari ini."
SUMBER: TRT WORLD














