ASIA
2 menit membaca
Pertamina pastikan pasokan BBM tetap lancar ke daerah jelang lebaran
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi memastikan ketersediaan BBM nasional tetap aman meskipun terjadi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Pertamina pastikan pasokan BBM tetap lancar ke daerah jelang lebaran
Stok bahan bakar berada di atas 21 hari, sehingga diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri. / Reuters
9 jam yang lalu

Perusahaan energi milik negara Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga, memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) tetap berjalan ke berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil, menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, mengatakan perusahaan telah menambah cadangan pasokan lebih awal guna memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi selama periode Ramadan hingga Lebaran.

“Untuk daerah-daerah, kita sudah melakukan build up stock, tadi kita ada layanan atensi untuk daerah-daerah yang terpencil, untuk yang aksesnya susah, itu kita sebenarnya sudah lakukan build up stock,” kata Mars Ega Legowo Putra dikutip kantor berita Antara.

Menurut Mars Ega, kondisi cadangan BBM nasional saat ini berada pada tingkat yang aman. Ia menyebut stok bahan bakar berada di atas 21 hari, sehingga diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Untuk memastikan distribusi energi tetap stabil, Pertamina juga membentuk Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026. Tim ini bertugas memantau pasokan dan distribusi energi di seluruh wilayah sejak awal Ramadan hingga setelah arus balik Lebaran.

Sementara itu, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) juga memastikan ketersediaan BBM nasional tetap aman meskipun terjadi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz oleh Iran.

Saat ini sekitar 19 persen impor minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah, terutama dari Arab Saudi. Namun sebagian besar pasokan lainnya berasal dari negara yang tidak terdampak konflik.

Data menunjukkan Indonesia mengimpor minyak mentah dari Nigeria sebanyak 34,07 juta barel sejak April 2025 hingga Maret 2026 atau sekitar 25 persen dari total impor.

Pasokan dari Angola tercatat 28,50 juta barel atau sekitar 21 persen, sementara impor dari negara lain mencapai 47,40 juta barel atau sekitar 35 persen. Adapun impor dari Arab Saudi tercatat sekitar 28,50 juta barel, atau sekitar 19 persen dari keseluruhan impor minyak mentah Indonesia dalam periode tersebut.

TerkaitTRT Indonesia - Pertamina pastikan keselamatan pekerja, empat kapal dipantau ketat di Timur Tengah


SUMBER:TRT Indonesia & Agensi