Pemerintah Indonesia menyambut kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang dicapai antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Teheran juga menyatakan kesiapan untuk memulai perundingan dengan Washington di Islamabad mulai Jumat mendatang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), Yvonne Mewengkang pada Rabu (8/4) menegaskan bahwa kesepakatan tersebut membuka ruang bagi dialog yang lebih konstruktif. Ia menilai perkembangan ini sebagai sinyal positif bagi upaya meredakan konflik melalui jalur diplomasi.
“Pemerintah Indonesia menyambut gencatan senjata dua minggu yang diumumkan antara Amerika Serikat dan Iran. Ini mencerminkan upaya para pihak untuk menjaga jalur diplomasi tetap terbuka guna mendorong de-eskalasi, dan kami memandangnya sebagai langkah awal yang positif,” ujar Yvonne di Jakarta dalam siaran pers Kemlu.
Ia menambahkan, momentum ini perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan. Indonesia akan terus mendukung berbagai inisiatif diplomatik yang berpotensi menghasilkan solusi jangka panjang, tambah Yvonne.
“Pemerintah Indonesia akan selalu mendukung setiap upaya diplomasi yang konstruktif, termasuk yang berpotensi mengarah pada penyelesaian yang lebih permanen, dengan perlindungan warga sipil sebagai fokus utama,” katanya.
Menurut Jakarta, perlindungan terhadap warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap proses penyelesaian konflik, seiring upaya internasional untuk menurunkan eskalasi dan menjaga stabilitas kawasan.














