Lebih dari 100 orang tewas, puluhan hilang akibat banjir besar di Sumatera

Banyak wilayah masih terisolasi, sementara otoritas khawatir jumlah korban jiwa terus bertambah.

By
Anak-anak duduk di dalam wadah plastik saat warga mengungsi menerjang banjir setelah hujan lebat melanda Deli Serdang, Sumatera Utara.

Banjir dan longsor hebat yang melanda Pulau Sumatera menewaskan sedikitnya 116 orang dan membuat 42 lainnya hilang, menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan Sumatera Utara menjadi provinsi yang paling terdampak. Memasuki hari keempat penanganan, upaya pencarian masih terkendala medan yang sulit, akses jalan rusak, serta cuaca buruk.

“Hingga hari ini, kami mencatat 116 korban meninggal dan 42 orang belum ditemukan,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB, seperti dilaporkan Jakarta Globe. Media tersebut juga menyebut ribuan warga telah mengungsi akibat cuaca ekstrem.

Sejumlah wilayah terdampak masih belum dapat dijangkau, dan pihak berwenang khawatir jumlah korban bisa bertambah.

“Ada beberapa lokasi yang belum dapat kami akses, dan indikasi adanya korban tambahan cukup kuat,” katanya.

Tim pencarian dikerahkan melalui jalur darat dan udara, namun medan berat membuat penggunaan alat berat menjadi terbatas.

Koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memperbarui data korban serta memenuhi kebutuhan logistik yang mendesak.

Pejabat terkait juga meminta pemerintah daerah mempercepat pendirian pos medis dan dapur umum di pusat-pusat pengungsian yang paling padat.