BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
Saham Asia berfluktuasi akibat ketegangan Timur Tengah, Bursa Indonesia turun ke level terendah
Indeks MSCI Asia emerging market sempat bergerak antara kenaikan dan penurunan sebelum akhirnya naik 0,4 persen, didorong oleh pergerakan yang tidak stabil di Korea Selatan, yang menyumbang lebih dari seperlima indeks regional tersebut.
Saham Asia berfluktuasi akibat ketegangan Timur Tengah, Bursa Indonesia turun ke level terendah
Indeks saham utama Indonesia telah kehilangan sekitar 15 persen sepanjang bulan Maret. / Reuters
17 jam yang lalu

Saham di negara-negara berkembang Asia berfluktuasi pada Senin karena perang di Timur Tengah membuat harga minyak tetap tinggi dan investor waspada. Sementara itu, saham Indonesia turun ke level terendah dalam delapan bulan setelah presiden mengindikasikan kesediaannya untuk melampaui batas defisit fiskal negara.

Lonjakan harga minyak sejak awal perang telah berdampak pada pasar keuangan, memicu arus keluar besar dari pasar saham, serta memperumit prospek inflasi bagi sebagian besar bank sentral. Hal ini berpotensi menghentikan siklus pelonggaran kebijakan moneter mereka.

Saham sempat terlihat stabil pada siang hari karena harapan bahwa koalisi untuk mengawal kapal-kapal melalui Selat Hormuz dapat meredakan tekanan pasokan. Namun kekhawatiran akan potensi serangan dan ketidakpastian upaya diplomatik tetap menahan sentimen risiko.

“Bagi ekonomi Asia serta pasar valuta asing dan pasar suku bunga, semuanya bergantung pada Selat Hormuz – dan apa yang diperlukan untuk benar-benar membukanya kembali secara kredibel,” kata analis mata uang senior MUFG, Lloyd Chan.

“Kami tidak sepenuhnya yakin bahwa langkah-langkah yang diambil pemerintahan Trump saat ini, termasuk mengajak sekutu membantu, akan benar-benar membantu dalam hal itu.”

Indeks MSCI Asia emerging market sempat bergerak antara kenaikan dan penurunan sebelum akhirnya naik 0,4 persen, didorong oleh pergerakan yang tidak stabil di Korea Selatan, yang menyumbang lebih dari seperlima indeks regional tersebut.

Saham di Seoul sempat turun hingga 0,7 persen sebelum berbalik naik sekitar 1 persen pada perdagangan sore.

Sementara itu, saham di Taiwan naik 0,2 persen sekitar tengah hari di Taipei, setelah sebelumnya sempat menguat hingga 1 persen.

Dua ekonomi Asia Timur tersebut, yang bersama-sama menyumbang lebih dari setengah indeks, sangat sensitif terhadap lonjakan harga minyak karena ketergantungan mereka yang tinggi pada impor energi.

Indeks acuan Jakarta Composite Index (IHSG) sempat turun hingga 3 persen pada awal perdagangan ke level terlemah sejak Juli tahun lalu. Sementara itu, rupiah kembali mendekati rekor terendah sepanjang masa, namun tertahan di level 16.985 per dolar.

Presiden Prabowo Subianto, dalam wawancara dengan Bloomberg News pada Minggu, mengatakan bahwa ia akan menyetujui peningkatan sementara defisit anggaran melampaui batas hukum 3 persen jika harga minyak tetap tinggi dalam jangka waktu lama.

Pernyataan tersebut muncul menjelang rapat kebijakan Bank Indonesia pada Selasa, di mana mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah untuk pertemuan keenam berturut-turut.

Aset Indonesia telah berada di bawah tekanan akibat kekhawatiran fiskal yang berkelanjutan, menurunnya kepercayaan investor terhadap pasar saham, serta kekhawatiran mengenai independensi bank sentral setelah penunjukan keponakan presiden sebagai deputi gubernur.

Indeks saham utama Indonesia telah kehilangan sekitar 15 persen sepanjang bulan ini, dan berpotensi mencatat kinerja bulanan terburuk dalam enam tahun jika tren ini berlanjut.

Penurunan tersebut dipicu tidak hanya oleh konflik di Timur Tengah, tetapi juga oleh penurunan peringkat oleh Moody’s dan Fitch, serta penangguhan peninjauan indeks oleh MSCI dan FTSE Russell.

Kepala strategi ekuitas OCBC, Low Pei Han, juga menurunkan rekomendasi saham Indonesia pekan lalu dengan alasan yang serupa.

“Meski saham Indonesia diperdagangkan pada valuasi 11,7 kali proyeksi price-to-earnings ke depan yang relatif murah, kami menilai potensi risiko negatif baru sebagian tercermin pada level saat ini.”

TerkaitTRT Indonesia - IHSG anjlok lebih dari 4 persen dipicu lonjakan harga minyak global
SUMBER:Reuters
Jelajahi
Dolar bergejolak di tengah ketidakpastian perang Iran, investor tetap waspada
Pemerintah RI akan tekan lonjakan harga minyak dengan APBN, subsidi energi berpotensi naik
IHSG anjlok lebih dari 4 persen dipicu lonjakan harga minyak global
Harga minyak melonjak lampaui $105 per barel saat perang terhadap Iran terus berlanjut
Kantor Meta di Jakarta disidak Komdigi, pemerintah tuntut moderasi konten dan transparansi algoritma
Fitch pangkas prospek peringkat kredit Indonesia jadi negatif, soroti ketidakpastian kebijakan
Indonesia alihkan impor minyak ke AS akibat konflik Timur Tengah
Indonesia, AS, dan Jepang gelar konferensi reaktor modular kecil nuklir di Jakarta
Dua kapal Pertamina tertahan di Teluk Persia akibat konflik Timur Tengah
India hadapi risiko serius pasokan minyak akibat konflik Timur Tengah
Claude AI milik Anthropic kembali normal usai gangguan, unduhan melonjak di tengah sengketa Pentagon
BPS: Emas perhiasan catat inflasi 30 bulan beruntun
Inflasi Indonesia melonjak ke 4,76 persen Februari 2026, harga hunian dan emas jadi pendorong
Garuda Indonesia hentikan sementara penerbangan ke dan dari Doha
Harga minyak melonjak 10 persen akibat krisis Iran, berpotensi tembus US$100 per barel
OPEC+ secara prinsip sepakat tingkatkan produksi minyak setelah konflik di Timur Tengah meluas
Pemerintah targetkan ekonomi berbasis AI tumbuh hingga 9 persen
AS berikan hibah $2,49 juta dukung pengembangan Kota Cerdas Nusantara
First Resources bayar US$5,6 juta ke pemerintah RI terkait lahan sawit bermasalah
Indonesia hadapi tantangan dalam memenuhi komitmen impor pertanian AS akibat surplus domestik