Tragedi desak-desakan maut di acara rekrutmen militer Ghana

“Peristiwa nahas ini menyebabkan enam calon prajurit meninggal dunia,” kata pihak militer dalam pernyataan resmi.

By
Kerusuhan di acara rekrutmen tentara Ghana menewaskan 6 orang dan melukai 22 lainnya. AA / AA

Sedikitnya enam orang tewas terinjak pada Rabu setelah ribuan pencari kerja berdesakan menembus gerbang stadion saat acara rekrutmen militer di ibu kota Ghana, Accra, menurut keterangan pihak militer.

Sebanyak 22 orang lainnya terluka dalam insiden di Stadion Olahraga El-Wak, dengan sedikitnya lima orang berada dalam kondisi kritis, kata pejabat rumah sakit militer Ghana, Evelyn Abraham-Kwabiah, kepada AFP.

Insiden serupa juga terjadi di Kumasi, wilayah selatan Ghana, yang menyebabkan lima orang mengalami luka-luka.

Dalam pernyataan terpisah pada Rabu sore, pihak militer mengatakan telah menangguhkan proses rekrutmen dan membentuk komite untuk menyelidiki penyebab dari “peristiwa tragis” tersebut.

Di Rumah Sakit Militer ke-37 di Accra, suasana duka dan kebingungan menyelimuti saat keluarga korban memadati ruang gawat darurat, mencari kabar tentang orang-orang terkasih mereka.

Kerabat menangis terbuka sambil menggenggam ponsel dan kartu identitas, sementara tim medis bergegas mendorong tandu melewati koridor yang penuh sesak.

Petugas keamanan kewalahan mengendalikan kerumunan yang terus bertambah di luar unit gawat darurat, di mana puluhan orang berdesakan di balik barikade untuk mencari informasi.

Presiden John Mahama tiba di rumah sakit dengan pengamanan ketat untuk menjenguk para korban luka, dan kehadirannya menarik lebih banyak massa.

Angkatan Bersenjata Ghana mengatakan, desak-desakan itu terjadi sekitar pukul 06.20 GMT ketika lonjakan pelamar yang tak terduga “melanggar protokol keamanan dan menerobos” gerbang stadion sebelum waktu pemeriksaan dijadwalkan.

“Kami menyaksikan kejadian yang menyedihkan hari ini, sebuah bencana menimpa kami,” kata Mahama.

“Kekacauan terjadi saat gerbang dibuka untuk masuk, namun para pemuda langsung berlari berdesakan, dan tragisnya, beberapa terjatuh dan terinjak.”

Selain menjalankan tugas militer biasa, tentara Ghana juga diberi mandat untuk menindak operasi pertambangan ilegal di negara Afrika Barat yang kaya emas tersebut.

Mahama menambahkan bahwa pemerintahannya menginstruksikan proses rekrutmen dilakukan secara terbuka agar generasi muda di seluruh negeri memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung dengan militer.