IKLIM
2 menit membaca
Kabut asap pekat kepung Pekanbaru, kualitas udara capai level berbahaya
Kabut asap pekat menyelimuti Kota Pekanbaru hingga jarak pandang turun jadi 2 km dan polusi PM2.5 capai level berbahaya, dipicu ribuan titik panas di Sumatera.
Kabut asap pekat kepung Pekanbaru, kualitas udara capai level berbahaya
Kabut asap akibat kebakaran hutan di Palembang, provinsi Sumatera Selatan. / reuters

Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau. Kondisi ini memangkas jarak pandang hingga tersisa 2 kilometer dan menjerumuskan kualitas udara ke level berbahaya.

Prakirawan Stasiun BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, menyampaikan bahwa penurunan jarak pandang tersebut teramati sejak Senin sore (24/8).

Jarak pandang di Kota Pekanbaru dan Rengat terpantau hanya mencapai 2 kilometer akibat tertutup kabut asap (haze). Sementara itu, wilayah Tambang mencatat jarak pandang 3 kilometer dan Pelalawan berada di angka 5 kilometer.

Dampak kabut asap membuat konsentrasi polutan partikulat halus (PM2.5) di Kota Pekanbaru melonjak drastis hingga masuk kategori berbahaya sejak Selasa dini hari.

Kadar PM2.5 tercatat menyentuh puncaknya pada angka 508,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 01.00 WIB.

Ribuan titik panas mengepung Sumatera

Kondisi udara yang kian memburuk ini sejalan dengan lonjakan jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera. BMKG mendeteksi sebanyak 2.193 titik panas tersebar di berbagai provinsi pada Senin kemarin.

Provinsi Sumatera Selatan mencatatkan titik panas terbanyak dengan 1.207 titik, disusul Riau di posisi kedua dengan 393 titik.

Sebaran titik panas lainnya terdeteksi di Jambi (262), Lampung (138), Bangka Belitung (77), Kepulauan Riau (57), Bengkulu (19), Sumatera Utara (18), Sumatera Barat (13), dan Aceh (9).

Khusus di Provinsi Riau, konsentrasi titik panas tertinggi berada di Kabupaten Pelalawan dengan 153 titik dan Indragiri Hilir dengan 140 titik.

Titik api lainnya tersebar di Bengkalis (32), Indragiri Hulu (26), Kampar (12), Siak (6), Rokan Hulu (6), Kepulauan Meranti (3), Kota Pekanbaru (3), serta Kuantan Singingi (1).

Karhutla ratusan hektare masih berkobar

Hingga saat ini, upaya pemadaman karhutla di wilayah Riau masih terus berlangsung. Karhutla terluas dilaporkan melanda Kabupaten Pelalawan dengan estimasi area terbakar mencapai 700 hektare.

Kebakaran lahan dalam skala luas juga membakar kawasan Indragiri Hulu seluas 471 hektare.

Sementara itu, kobaran api di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kampar tercatat menghanguskan puluhan hektare lahan dan terus memicu kepulan asap pekat ke udara.

TerkaitPalembang dikepung kabut asap karhutla - TRT Indonesia - TRT Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia