BISNIS DAN TEKNOLOGI
3 menit membaca
Presiden Prabowo dijadwalkan resmikan groundbreaking Blok Masela hari ini
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peletakan batu pertama proyek raksasa Blok Masela senilai Rp355 triliun hari ini, menandai babak baru ketahanan energi nasional.
Presiden Prabowo dijadwalkan resmikan groundbreaking Blok Masela hari ini
Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka. Foto: X/@KemensetnegRI

Babak baru pengembangan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia akhirnya dimulai. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek raksasa Lapangan Abadi Blok Masela di Laut Arafura, Maluku, pada Kamis (16/7).

Proyek strategis nasional (PSN) bernilai fantastis ini menelan investasi hingga mencapai 20,9 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp355 triliun (dengan asumsi kurs Rp17.000 per dolar AS).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa peresmian megaproyek ini telah masuk dalam agenda prioritas Presiden pada hari Kamis. Kendati demikian, pemerintah masih mematangkan format kehadiran Kepala Negara dalam seremoni tersebut.

"Nanti kita lihat ya. Tapi besok (hari ini) Insya Allah Pak Presiden akan meresmikan groundbreaking Blok Masela," ujar Bahlil saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/7), dikutip dari RRI.

Saat ditanya mengenai kemungkinan Presiden Prabowo meresmikan proyek tersebut secara virtual, Bahlil menyebut keputusan akhir masih digodok di lingkaran dalam istana.

"Nanti diputuskan Bapak Presiden sendiri lewat Mensesneg atau Seskab ya," tambah pria asal Maluku tersebut.

Raksasa gas di Laut Arafura

Blok Masela merupakan salah satu pilar utama masa depan industri hulu migas tanah air. Proyek ini menyimpan potensi cadangan gas yang sangat melimpah, yakni mencapai 6,97 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF).

Nantinya, gas yang disedot dari perut bumi Laut Arafura tersebut akan dialirkan dan diolah menjadi gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) melalui fasilitas kilang darat (onshore).

Kilang LNG Blok Masela ini dirancang dengan kapasitas produksi raksasa yang mencakup:

  • LNG: 9,5 juta ton per tahun.

  • Gas Pipa: 150 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd).

  • Kondensat: 35.000 barel per hari (bpd).

Menanti hampir tiga dekade

Dimulainya tahap konstruksi fisik ini menjadi momen bersejarah yang sangat dinantikan publik Indonesia. Pasalnya, proyek Lapangan Abadi Blok Masela memiliki perjalanan yang sangat panjang dan penuh dinamika.

Kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) Blok Masela pertama kali ditandatangani oleh perusahaan migas asal Jepang, Inpex Corporation, bersama Pemerintah Indonesia pada 16 November 1998 silam.

Artinya, membutuhkan waktu hampir 28 tahun atau nyaris tiga dekade sejak kontrak diteken hingga akhirnya proyek ini benar-benar bisa memasuki tahapan pembangunan fisik (groundbreaking).

Melalui realisasi proyek Masela, pemerintah menaruh harapan besar agar ketahanan energi nasional semakin kokoh di tengah transisi energi global. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) yang signifikan, khususnya bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah Indonesia Timur.

TerkaitTRT Indonesia - PGN siap serap LNG Blok Masela untuk perkuat pasokan energi nasional
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Pemerintah tunda penerapan pajak e-commerce hingga November 2026
China luncurkan dua satelit AI, Lampung-1 perkuat kerja sama antariksa dengan Indonesia
Indonesia batasi lima juta akun anak di platform digital melalui PP Tunas
CoreWeave ekspansi ke Indonesia, bangun pusat data AI pertama di kawasan Asia-Pasifik
Pemerintah siapkan stimulus kendaraan listrik, dorong insentif motor listrik dan pembebasan PPN
IHSG memimpin penguatan di Asia Tenggara, nilai tukar rupiah tertekan penguatan dolar
OJK tegaskan komitmen reformasi pasar modal di hadapan investor global
Ekspor Indonesia naik 4,13 persen, lonjakan nikel perkuat industri pengolahan
Perdagangan defisit $450 juta, tekanan eksternal masih membayangi ekonomi Indonesia
Indonesia dan Maroko tingkatkan hubungan ekonomi, nilai perdagangan melonjak tajam
BPDP Kemenkeu sebut 80 persen ekspor sawit Indonesia kini didominasi produk hilir
IHSG naik ke level 6.216, pasar soroti dampak putusan MK terkait MBG
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama perdagangan kayu legal dan kelestarian hutan
INA duduki posisi kedua Asia pada GSR 2026, dorong kepercayaan investor global ke Indonesia
Investor China lirik Banten untuk pusat data dan teknologi, Pemprov jamin infrastruktur
Indonesia simpan potensi energi terbarukan 3.687 GW, pemerintah dorong percepatan transisi bersih
Pemerintah perketat impor gula rafinasi demi lindungi petani lokal dan kejar swasembada
Krakatau Steel dan SAIL India gandeng investasi $350 juta untuk pabrik baja nikel di Indonesia
Indonesia–Korea Business Forum 2026 perkuat investasi industri strategis
Danantara catat devisa DSI tembus $12 miliar di tengah reformasi tata kelola ekspor SDA