Pakistan dan Afghanistan memanas usai serangan di Kabul, China menyerukan penahan diri
Beijing menyerukan dialog saat ketegangan meningkat menyusul tuduhan Afghanistan terhadap serangan Pakistan.
China pada hari Selasa (17/3) mendesak Pakistan dan Afghanistan untuk menahan diri dan kembali ke jalur dialog setelah Kabul menuduh Islamabad melakukan serangan udara mematikan di ibu kota Afghanistan.
Pemerintah Afghanistan pada Senin malam mengklaim serangan udara Pakistan sekitar pukul 9 malam (1630GMT) menghantam Omid Addiction Treatment Hospital yang berkapasitas 2.000 tempat tidur di Kabul, menewaskan sedikitnya 400 orang.
Pakistan membantah tuduhan itu, mengatakan pihaknya menargetkan instalasi militer Afghanistan dan depot amunisi di Kabul serta di provinsi Nangarhar bagian timur.
Klaim yang dibuat oleh Kabul dan Islamabad tidak dapat diverifikasi secara independen.
Menanggapi meningkatnya ketegangan, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan Beijing berharap kedua pihak akan menghindari konflik lebih lanjut dan menempuh dialog.
Dialog ketimbang konflik
'Afghanistan dan Pakistan adalah dan akan selalu menjadi tetangga. Dialog dan negosiasi adalah satu-satunya cara yang layak untuk menyelesaikan masalah antara kedua negara,' kata Lin kepada wartawan di Beijing.
'China berharap kedua negara tetap tenang dan menahan diri serta segera melakukan pembicaraan tatap muka untuk menyelesaikan perbedaan melalui dialog,' tambahnya.
Dia mengatakan China telah mendesak kedua pihak untuk memastikan keselamatan personel, lembaga, dan proyek-proyek China, serta menambahkan bahwa Beijing akan terus berupaya membantu meredakan ketegangan.
Hubungan antara Afghanistan dan Pakistan memburuk dalam beberapa minggu terakhir setelah ketegangan perbatasan meningkat, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan harta benda.
Bentrok perbatasan yang mematikan
Sejak akhir Februari, bentrok lintas batas telah menewaskan sedikitnya 107 orang di kedua sisi, termasuk 13 tentara dan lima warga sipil di Pakistan, dengan satu tentara masih hilang.
Menurut Kabul, 13 tentara dan 76 warga sipil telah tewas di Afghanistan, belum termasuk korban terbaru yang diklaim dalam serangan hari Senin.
Menurut data PBB, 185 korban sipil, termasuk 56 kematian, dilaporkan di Afghanistan antara 26 Februari dan 5 Maret akibat tembakan tidak langsung dan serangan udara.
Islamabad menuduh Afghanistan menjadi tempat berlindung bagi kelompok-kelompok teroris anti-Pakistan, yang dibantah oleh Kabul.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi telah melakukan panggilan terpisah dengan rekan-rekannya dari Pakistan dan Afghanistan, mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri. Beijing juga mengirim utusan khusus Yue Xiaoyong untuk berkomunikasi dengan kedua pihak.
Secara terpisah, India mengatakan mereka 'dengan tegas mengutuk' laporan serangan udara Pakistan terhadap fasilitas di Kabul.