DUNIA
2 menit membaca
Indonesia perkuat pengawasan kesehatan usai WHO tetapkan status darurat Ebola
Kemenkes RI mengatakan bahwa sebanyak 198 rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging dan 21 rumah sakit sentinel juga disiagakan di berbagai provinsi.
Indonesia perkuat pengawasan kesehatan usai WHO tetapkan status darurat Ebola
Para petugas kesehatan di pusat kesehatan yang menangani Ebola di DR Kongo, Mei 2026. /Foto: AP

Penetapan status darurat kesehatan global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas wabah Ebola di Afrika mendorong Indonesia memperketat kewaspadaan, sembari menegaskan bahwa situasi belum memasuki fase pandemi.

Kementerian Kesehatan RI menyatakan terus memantau perkembangan kasus di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) dan Uganda, setelah WHO pada 17 Mei 2026 menetapkan wabah tersebut sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Status ini diberikan karena penyebaran lintas wilayah dan tingginya angka kematian, di tengah ketidakpastian luas wabah.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengungkapkan situasi berkembang cepat dengan ratusan laporan kasus. “Lebih dari 300 kasus suspek dan 88 kematian telah dilaporkan. Situasi ini serius dan butuh perhatian global, meski belum berada dalam kategori pandemi,” ujarnya.

Data terbaru menunjukkan wabah berpusat di Provinsi Ituri, RD Kongo, dengan ratusan kasus suspek dan puluhan kematian. Virus yang teridentifikasi adalah Bundibugyo, salah satu varian Ebola yang relatif langka dan hingga kini belum memiliki vaksin maupun terapi yang disetujui secara luas. Kasus terkait perjalanan juga dilaporkan muncul di Uganda dan ibu kota Kinshasa, meningkatkan kekhawatiran penyebaran regional.

TerkaitTRT Indonesia - Palang Merah: Laboratorium yang menyimpan sampel Ebola di Goma, DRC, dalam resiko di tengah konflik

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah Indonesia memperkuat pengawasan di pintu masuk negara, termasuk bandara dan pelabuhan, melalui pemindaian suhu, observasi visual, serta pemantauan digital untuk deteksi dini. 

Sebanyak 198 rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging dan 21 rumah sakit sentinel juga disiagakan di berbagai provinsi.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan langkah antisipasi dilakukan tanpa memicu kepanikan publik. “Kami meningkatkan kesiapsiagaan nasional, termasuk memperkuat pengawasan pelaku perjalanan internasional dan memastikan jalur respons kesehatan berfungsi optimal,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan keamanan konsumsi dan interaksi dengan hewan. “Kami meminta masyarakat memastikan daging yang dikonsumsi benar-benar matang dan tidak mengonsumsi hewan liar, karena risiko penularannya nyata,” ujarnya.

Penularan Ebola diketahui terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda terkontaminasi dari manusia maupun hewan terinfeksi. Gejala awal meliputi demam, kelelahan, nyeri otot, hingga gangguan pencernaan dan perdarahan, dengan masa inkubasi 2 hingga 21 hari.

WHO sendiri tidak merekomendasikan penutupan perbatasan internasional saat ini. Fokus penanganan diarahkan pada penguatan surveilans, respons cepat, serta koordinasi lintas negara. 

Di Indonesia, pemerintah juga meningkatkan kapasitas laboratorium, pelatihan tenaga kesehatan, serta koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk WHO.

Di tengah situasi global yang dinamis, Kemenkes mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Tetap waspada, tetap tenang, dan ikuti imbauan kesehatan resmi. Pencegahan adalah langkah terbaik,” kata Aji.

TerkaitTRT Indonesia - Kemenkes dan WHO perkuat kolaborasi hibah kesehatan hingga 2027
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Kapal ikan tenggelam di Jeju Korsel, satu WNI hilang dan delapan selamat
Indonesia tolak izin konser Israel Houghton, Yusril: Tak sejalan politik luar negeri RI
Larangan dan pembatasan media sosial untuk anak-anak
Kabut asap lintas batas meluas, mekanisme hukum hadapi banyak kendala
Indonesia tambah dua emas dari panjat tebing dan panahan di Asian Games
Emine Erdogan pimpin seruan Ibu Negara untuk kerangka kerja PBB lindungi anak di dunia maya
Jakarta naik ke peringkat 140 kota dunia dalam Global Cities Index 2026
Ganda putra bulu tangkis raih emas ketiga, Indonesia peringkat 15 klasemen sementara Asian Games
Indonesia perluas jejaring halal global lewat kerja sama dengan empat lembaga
Indonesia perkuat kerja sama dagang dengan negara-negara Afrika melalui pelatihan SSTC
Indonesia tegaskan perlindungan warga sipil dalam hak jawab di Sidang Majelis Umum PBB
Pemimpin Arab sampaikan belasungkawa atas tragedi tenggelamnya KMP Virgo Transport 8
TNI AL terima 12 AAV-M35 dari AS, akan terima total 105 ranpur amfibi bertahap hingga 2028
Indonesia maju sebagai kandidat anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2029–2030
Menlu Sugiono: Palestina menjadi ujian bagi hati nurani dan sistem multilateral
IUCN: Kebakaran hutan mengancam orangutan Kalimantan
Indonesia dorong penguatan keterkaitan laut dan iklim menuju COP31
Indonesia tandatangani konvensi siber PBB, perkuat kerja sama lawan kejahatan siber
Indonesia taklukkan China 3-2, tim bulu tangkis putra raih emas Asian Games setelah 28 tahun
BNN Indonesia dan Australia perpanjang kerja sama pemberantasan narkoba hingga 2031