Indonesia mulai evakuasi WNI dari Iran di tengah eskalasi konflik regional
Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi keamanan secara berkala dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila kondisi di kawasan tersebut berubah.
Pemerintah Indonesia mulai mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Iran pada Jumat, akibat memburuknya situasi keamanan akibat meningkatnya konflik di kawasan.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, mengatakan proses pemulangan akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di lapangan.
“Tentunya mencermati perkembangan situasi dan keamanan di Iran, evakuasi WNI di Iran akan dimulai secara bertahap hari ini,” kata Heni di Gedung Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada Jumat.
Pada tahap awal, jalur evakuasi direncanakan melalui Azerbaijan. Namun, rute tersebut dapat berubah sesuai perkembangan situasi di lapangan dan keputusan perwakilan diplomatik Indonesia.
“Untuk tahap pertama ini akan melalui Azerbaijan, tapi mungkin untuk jalur-jalur evakuasi akan dilihat sesuai kondisi riil di lapangan dan ini akan ditentukan oleh teman-teman di perwakilan kita di KBRI Teheran dan KBRI Azerbaijan,” ujar Heni.
Ia menyebut sebanyak 32 WNI akan dipulangkan dalam gelombang pertama evakuasi.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri menyatakan belum ada rencana evakuasi terhadap WNI di Lebanon. Saat ini tercatat 939 warga Indonesia berada di negara tersebut.
Heni menjelaskan mayoritas dari mereka merupakan personel Tentara Nasional Indonesia yang bertugas dalam misi penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Meski demikian, pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi keamanan secara berkala dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila kondisi di kawasan tersebut berubah.
Dalam beberapa hari terakhir, militer Israel juga melancarkan serangan udara terhadap posisi Hizbullah di Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Operasi tersebut dilaporkan diikuti pergerakan pasukan infanteri Israel yang memasuki wilayah negara itu.