Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha Nasir menyerukan kepada seluruh negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) untuk mempererat solidaritas dan kerja sama demi memperkuat ketahanan kawasan serta konektivitas rantai pasok di tengah berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global.
Pernyataan tersebut disampaikan Arrmanatha saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri ke-37 APEC (37th APEC Ministerial Meeting/AMM) yang diselenggarakan secara virtual dengan tema "Building an Asia-Pacific Community to Prosper Together" pada Selasa (3/11).
"Menghadapi ketidakpastian global saat ini, APEC harus tetap kokoh dalam berkolaborasi untuk membangun ketahanan dan konektivitas di seluruh kawasan Asia-Pasifik," ujar Arrmanatha dalam keterangan resminya, Rabu (4/11).
Ia menegaskan bahwa penguatan ketahanan nasional—khususnya pada sektor ketahanan pangan dan energi yang ditopang oleh pengembangan sumber daya manusia—tetap menjadi prioritas utama bagi Indonesia. Menurutnya, fondasi domestik yang kuat merupakan landasan utama bagi terciptanya stabilitas di tingkat regional maupun global.
Dalam merespons transformasi digital di kawasan, Arrmanatha menyoroti pentingnya perluasan konektivitas yang tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik konvensional. Ia mendorong peningkatan investasi dalam pelatihan keterampilan tenaga kerja di bidang digital.
"Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dapat memfasilitasi pertukaran gagasan, pengetahuan, dan peluang di seluruh kawasan," tuturnya seraya menekankan bahwa pemanfaatan teknologi AI harus diterapkan secara aman, bertanggung jawab, dan berpusat pada manusia (human-centric).
Terkait perdagangan internasional, Indonesia menegaskan kembali bahwa kemakmuran kawasan sangat bergantung pada pemeliharaan sistem perdagangan multilateral yang berbasis aturan dan non-diskriminatif, dengan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) sebagai inti perannya.
Arrmanatha juga mengimbau anggota APEC untuk mendorong reformasi yang konstruktif dan inklusif di tubuh WTO agar perdagangan internasional memberikan manfaat yang lebih nyata bagi seluruh perekonomian. Ia berharap APEC terus menjadi inkubator gagasan yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Pertemuan AMM ke-37 ini diselenggarakan secara virtual oleh Tiongkok sebagai tuan rumah untuk memfinalisasi capaian utama menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC yang dijadwalkan berlangsung di Shenzhen, Tiongkok, pada 18–19 November 2026.




















