Amerika Serikat mengusulkan kerangka kerja sama pertahanan jangka panjang dengan ASEAN untuk memperkuat hubungan keamanan di Indo-Pasifik di tengah meningkatnya tantangan geopolitik dan kekhawatiran mengenai konsistensi keterlibatan Washington di kawasan.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyampaikan usulan tersebut dalam pertemuan para menteri pertahanan ASEAN di Filipina, Rabu (28/10) dalam dalam rangkaian Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN (ADMM) ke-20 dan Pertemuan Menteri Pertahanan ASEAN Plus (ADMM-Plus) ke-13 di Cebu.
Hegseth mengatakan, peringatan 50 tahun hubungan formal AS-ASEAN pada 2027 menjadi momentum untuk merancang kerja sama yang lebih ambisius dan menjadi pedoman bagi kedua pihak dalam beberapa tahun mendatang.
Hegseth menegaskan bahwa komitmen Washington terhadap Indo-Pasifik akan diwujudkan melalui langkah konkret, termasuk peningkatan kesadaran situasional maritim, interoperabilitas militer, serta kerja sama antarmatra laut.
“Ini bukan hal simbolis. Ini merupakan bukti nyata tentang apa yang dilakukan mitra yang serius,” kata Hegseth, seraya menekankan pentingnya latihan, perencanaan, dan pembelajaran bersama untuk meningkatkan kesiapan serta mencegah konflik.
Ia menggambarkan pendekatan pertahanan AS sebagai “kuat, tenang, dan jelas” untuk mencegah pemaksaan dan agresi tanpa memicu eskalasi yang tidak perlu. Menurut dia, Washington akan mempertahankan kepentingannya sekaligus kepentingan sekutu dan mitranya melalui strategi yang disebutnya sebagai perdamaian melalui kekuatan.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika negara-negara Asia Tenggara dan kawasan Asia yang lebih luas menilai kemampuan AS untuk mempertahankan fokus strategisnya di Indo-Pasifik. Perang Iran telah menambah tekanan terhadap sumber daya militer Washington sekaligus memicu tekanan politik di dalam negeri.
Hegseth mengakui bahwa Washington dan negara-negara ASEAN tidak selalu memiliki pandangan yang sama. Namun, ia menilai kesamaan prinsip dasar dan kepentingan bersama dapat menjadi landasan untuk memperluas kerjasama praktis di bidang pertahanan.
AS akan bekerja sama dengan Singapura untuk menyusun kerangka tersebut. Singapura dijadwalkan memegang keketuaan ASEAN pada 2027, bertepatan dengan peringatan lima dekade hubungan formal kedua pihak.



























