Jaksa Agung Israel, Gali Baharav-Miara, memutuskan untuk memanggil Perdana Menteri Benjamin Netanyahu guna memberikan keterangan dalam penyelidikan dugaan kebocoran dokumen rahasia, menurut laporan media lokal.
Penyiar publik Israel, KAN, melaporkan bahwa tanggal pemeriksaan terhadap Netanyahu belum ditetapkan.
Netanyahu diperkirakan akan menjawab pertanyaan mengenai bagaimana informasi dari kantornya bisa diperoleh, dalam kasus yang tengah menyelidiki dugaan bahwa kepala stafnya, Tzachi Braverman, mencoba menghalangi penyelidikan atas kebocoran dokumen rahasia ke surat kabar Jerman, Bild.
Jaksa Agung telah memberikan otorisasi kepada kepolisian untuk memanggil Netanyahu menjalani pemeriksaan.
Perintah pengadilan yang memberlakukan kerahasiaan terkait cara dokumen tersebut diperoleh sebelum dibocorkan masih tetap berlaku.
Pertemuan rahasia
Braverman sebelumnya sempat ditahan atas dugaan mencoba menghalangi penyelidikan terkait transfer dokumen sensitif ke media asing.
Ia dikenal sebagai sosok sentral dan berpengaruh di lingkaran dalam kantor Netanyahu, dengan tanggung jawab mengelola berkas-berkas sensitif.
Dalam penyelidikan yang sama, mantan juru bicara Netanyahu, Eli Feldstein, yang sebelumnya juga pernah ditangkap dalam kasus ini, kembali dipanggil untuk memberikan kesaksian.
Dalam wawancara dengan KAN pada 24 Desember, Feldstein menuduh Braverman memanggilnya larut malam saat serangan di Gaza untuk menghadiri pertemuan rahasia dan menawarkan kesepakatan yang disebut bertujuan mencegah penyelidikan keamanan terhadap Kantor Perdana Menteri.
Menurut berkas penyelidikan, Feldstein diduga berupaya membocorkan dokumen rahasia ke Bild pada 2024 guna memengaruhi opini publik terhadap aksi protes yang berlangsung selama negosiasi pertukaran tahanan Gaza.
Feldstein disebut berpendapat bahwa demonstrasi tersebut merugikan proses negosiasi dan justru memperkuat posisi Hamas.


















