Campak picu lockdown di pusat penahanan imigrasi ICE Texas

Dua kasus campak terkonfirmasi menghentikan seluruh aktivitas internal di fasilitas Dilley, memperkuat sorotan terhadap risiko kesehatan di dalam sistem detensi imigrasi Amerika Serikat yang terus berkembang.

By
South Texas Family Residential Center menampung keluarga-keluarga dengan anak-anak yang menunggu deportasi atau proses pengadilan imigrasi. / Reuters

Otoritas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) menghentikan “seluruh pergerakan” di sebuah pusat detensi di Texas Selatan setelah dua orang tahanan dinyatakan positif campak. Langkah darurat ini memicu kembali kritik dari kelompok pembela hak imigran.

Departemen Layanan Kesehatan Negara Bagian Texas menyatakan kedua kasus tersebut dikonfirmasi pada 31 Januari di Dilley Immigration Processing Center, sekitar 113 kilometer di barat daya San Antonio.

Fasilitas ini secara resmi bernama South Texas Family Residential Center dan menampung keluarga, termasuk anak-anak, yang menunggu proses deportasi atau persidangan imigrasi.

“ICE Health Services Corps segera mengambil langkah karantina dan pengendalian untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, dengan menghentikan seluruh pergerakan di dalam fasilitas serta mengarantina semua individu yang diduga melakukan kontak dengan pasien terinfeksi,” ujar departemen tersebut dalam pernyataannya.

Tim medis memantau para tahanan

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menyebut tim medis terus memantau kondisi para tahanan dan memberikan perawatan yang diperlukan.

“Staf medis terus memantau kondisi para tahanan dan akan mengambil langkah aktif yang tepat untuk mencegah infeksi lanjutan,” kata DHS. “Seluruh tahanan mendapatkan layanan medis yang semestinya.”

Di luar fasilitas tersebut pada Minggu, organisasi League of United Latin American Citizens (LULAC) menggelar aksi unjuk rasa yang menyerukan penutupan pusat detensi itu. Mereka menilai kondisi penahanan meningkatkan risiko bagi keluarga-keluarga yang rentan.

“Ketika sebuah negara yang mengklaim dirinya sebagai mercusuar kebebasan menahan anak-anak di balik kawat berduri, memisahkan keluarga dari komunitasnya, dan menempatkan mereka dalam kondisi terisolasi, maka kita telah melewati batas yang berbahaya,” ujar Presiden Nasional LULAC, Roman Palomares.

Pusat detensi Dilley memiliki kapasitas sekitar 2.400 orang.

Secara nasional, ICE saat ini menahan lebih dari 70.000 orang dalam sistem detensi imigrasi, berdasarkan data pemerintah yang diperoleh CBS News—melonjak tajam dibandingkan sekitar 40.000 orang pada periode yang sama tahun lalu.