DUNIA
3 menit membaca
Krisis energi global: Australia dan Singapura sepakati pakta keamanan pasokan bahan bakar
Singapura dan Australia memperkuat kerja sama energi di tengah guncangan pasokan global akibat penutupan Selat Hormuz, guna memastikan kelancaran distribusi diesel dan LNG bagi kedua negara.
Krisis energi global: Australia dan Singapura sepakati pakta keamanan pasokan bahan bakar
PM Australia Anthony Albanese dan PM Singapura Lawrence Wong berpose untuk foto selama konferensi pers bersama di Istana, Singapura, 10 April 2026. / Reuters
6 jam yang lalu

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, melakukan pertemuan strategis dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, di Singapura pada Jumat (10/4). Pertemuan ini menghasilkan komitmen kuat untuk mempererat kerja sama energi guna menghadapi gangguan pasokan global yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sebagai pusat perdagangan minyak utama di Asia, Singapura merupakan pemasok bensin terbesar bagi Australia, sekaligus penyedia utama diesel dan bahan bakar avtur. Di sisi lain, Australia tengah menghadapi krisis pasokan diesel domestik yang mulai mengguncang sektor pertanian dan pertambangan—dua pilar utama ekonomi Negeri Kanguru tersebut.

Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin sepakat untuk melakukan "upaya maksimal" dalam menjamin kelancaran aliran pasokan esensial, termasuk diesel dan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG).

"Kami menegaskan kembali komitmen untuk bekerja sama, terutama di masa krisis, demi mendukung sistem perdagangan multilateral yang tangguh dan berbasis aturan guna menjaga stabilitas selama periode gangguan global," bunyi pernyataan resmi tersebut.

Dampak penutupan Selat Hormuz

Kekhawatiran Australia dan negara-negara Asia lainnya meningkat tajam setelah Iran menutup Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini merupakan urat nadi energi dunia, di mana sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melintas sebelum konflik pecah. Hingga saat ini, lalu lintas kapal di selat tersebut masih berada pada titik terendah meskipun terdapat kesepakatan damai yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran.

Australia, yang mengonsumsi sekitar satu juta barel minyak per hari, sangat bergantung pada impor. Tahun lalu, 84 persen kebutuhan produk minyak bumi Australia dipenuhi dari luar negeri. Penurunan jumlah kilang domestik dari delapan pada tahun 2005 menjadi hanya dua saat ini, membuat posisi Australia kian rentan.

Data dari asuransi NRMA pada akhir Maret menunjukkan betapa krusialnya peran Singapura bagi Australia; negara kota tersebut menyumbang 54,7 persen atau hampir 6 miliar liter impor bensin Australia.

Komitmen tanpa hambatan ekspor

Meski kilang-kilang di Singapura mulai memangkas produksi akibat gangguan pasokan minyak mentah dari Timur Tengah, PM Lawrence Wong menegaskan bahwa Singapura tidak memiliki rencana untuk membatasi ekspor.

"Kami tidak melakukan (pembatasan) itu bahkan di hari-hari tergelap pandemi COVID-19, dan kami tidak akan melakukannya selama krisis energi ini. Hal itu tidak akan terjadi," tegas Wong.

Sebagai bentuk keseriusan, komitmen yang disepakati pada Jumat ini akan dituangkan ke dalam protokol yang mengikat secara hukum dalam perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement) yang sudah ada antara kedua negara.

Konteks regional dan posisi Indonesia

Langkah proaktif Australia ini tidak hanya menyasar Singapura. Sejak awal Maret, PM Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong telah bergerak cepat menjalin komunikasi dengan mitra-mitra di Asia. Selain Singapura, Australia dilaporkan telah mengadakan pembicaraan serupa dengan Indonesia, Brunei, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, dan China.

Bagi Indonesia, situasi ini menjadi sinyal penting terkait ketahanan energi regional. Sebagai tetangga dekat Australia dan salah satu pemain kunci dalam rantai pasok energi di Asia Tenggara, stabilitas distribusi melalui Selat Malaka dan keamanan energi di kawasan menjadi prioritas yang juga bersinggungan dengan kepentingan nasional Jakarta dalam menghadapi ketidakpastian pasar minyak dunia.

Laporan Reuters menyebutkan bahwa beberapa stasiun pengisian bahan bakar di Australia mulai kehabisan stok akibat aksi beli panik (panic buying) oleh warga, yang diperparah oleh keterbatasan stok nasional dan jaringan distribusi yang sangat luas.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Pembicaraan AS-Iran harus mengamankan perdamaian jangka panjang, kata Erdogan ke Pezeshkian
Indonesia inisiasi pernyataan bersama PBB untuk lindungi pasukan perdamaian di Lebanon
Perdana Menteri Greenland menolak pernyataan Trump saat ketegangan NATO meningkat
Indonesia kecam serangan Israel ke Lebanon, desak hentikan agresi
Pemimpin tertinggi Iran berjanji 'fase baru' dalam kendali Selat Hormuz, tuntut ganti rugi perang
Melania Trump bantah pernah memiliki hubungan dengan terpidana pedofilia Jeffrey Epstein
Astronaut Artemis bersiap kembali ke Bumi dan mendarat di Samudra Pasifik dekat San Diego
'Gencatan senjata harus mencakup Lebanon,' kata Brussel setelah serangan Israel dekat kedutaan Belgia di Beirut
Indonesia perkuat diplomasi untuk pencalonan DK PBB 2029–2030
Trump sebut pasukan AS akan tetap berada di sekitar Iran hingga 'kesepakatan nyata' ditegakkan
Pakistan mengecam 'agresi' Israel di Lebanon, dan mendesak tindakan internasional
Aktivis Rohingya serukan aksi global untuk melawan junta Myanmar
Kemenhaj–Polri bentuk satgas pencegahan haji ilegal dan perkuat pengawasan
PMI siap menyalurkan bantuan kemanusiaan dari rakyat Indonesia untuk Iran
PBB mengecam serangan Israel di Lebanon, peringatkan korban sipil dan risiko bagi gencatan senjata
PM Inggris dan putra mahkota Saudi bahas gencatan senjata hingga keamanan Selat Hormuz
Korea Utara meluncurkan uji coba rudal balistik dengan hulu ledak bom ranjau
Misi penyelamatan atau upaya merebut uranium: Apa yang terjadi selama operasi AS untuk menyelamatkan penerbang?
Menlu Suriah al-Shaibani bertemu Dubes baru Indonesia, babak baru hubungan kedua negara
Serangan Israel dekat rumah sakit Lebanon tewaskan setidaknya empat orang setelah gencatan senjata AS-Iran