DUNIA
2 menit membaca
Presiden Prabowo tolak tawaran pinjaman IMF, sebut Indonesia masih mampu mandiri
Presiden mengatakan pemerintah berupaya membatasi ketergantungan terhadap pinjaman luar negeri dan lebih mengutamakan investasi untuk memperkuat pendapatan negara.
Presiden Prabowo tolak tawaran pinjaman IMF, sebut Indonesia masih mampu mandiri
Pemerintah menilai kondisi fiskal nasional masih cukup kuat untuk membiayai pembangunan tanpa pinjaman tersebut. / BPMI Setpres

Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) karena pemerintah menilai kondisi fiskal nasional masih cukup kuat untuk membiayai pembangunan tanpa pinjaman tersebut.

Prabowo menyampaikan hal itu saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, pada Senin (31/8).

“Beberapa bulan lalu, Menteri Keuangan kita di Washington, D.C., ditawari pinjaman dari IMF, dan kami menolaknya,” kata Prabowo. “Terima kasih, tetapi Indonesia masih mampu tanpa pinjaman IMF,” tegasnya.

Presiden mengatakan pemerintah berupaya membatasi ketergantungan terhadap pinjaman luar negeri dan lebih mengutamakan investasi untuk memperkuat pendapatan negara.

“Saat ini kami berupaya untuk tidak terlalu banyak meminjam uang dari mana pun. Kami dapat mengundang investasi. Jika kami meminjam uang, kami ingin mendapatkan pinjaman dengan suku bunga serendah mungkin,” ujarnya.

Prabowo mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan anggaran secara hati-hati.

“Kita harus berani, dan saya sudah menghitungnya dengan cermat, sampai setiap rupiah. Saya yakin dan percaya kita akan berhasil,” kata Prabowo.

Tawaran pinjaman tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva di Washington pada April lalu. IMF saat itu menyiapkan dukungan keuangan bagi negara anggota yang menghadapi tekanan akibat ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar energi.

Namun, pemerintah Indonesia menilai dukungan tersebut belum diperlukan. Purbaya mengatakan posisi fiskal Indonesia masih memiliki bantalan anggaran sekitar Rp420 triliun atau sekitar $26 miliar.

“Indonesia tidak membutuhkan bantuan karena anggaran kita cukup baik dan kita masih memiliki bantalan anggaran yang cukup besar,” ujar Purbaya.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia tolak pinjaman IMF dan Bank Dunia, target pertumbuhan hingga 6 persen


SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
DPR dorong penguatan kerja sama bilateral Indonesia-Portugal di berbagai sektor
Indonesia-AS perkuat kerja sama AI dan tata kelola perlindungan anak
Penurunan lalu lintas LNG melalui Selat Hormuz lebih tajam daripada minyak
Indonesia bakal operasikan kapal induk Garibaldi dari Italia untuk penanganan bencana
Imigrasi bebaskan denda overstay untuk WNA terdampak erupsi Anak Krakatau
Pemulihan penerbangan dipercepat, pemerintah RI siapkan 10 bandara dan langkah darurat lain
20 juta+ anak jadi korban kekerasan seksual online setiap tahunnya
Presiden Prabowo terima Dubes AS untuk ASEAN, bahas kerja sama dan stabilitas regional
Hapus utang mereka, kirim mereka untuk serang Iran: Usulan media Israel untuk warga AS
Presiden Putin: Indonesia mitra utama Rusia di kawasan Asia Pasifik
Dua WNA China jadi tersangka tambang emas ilegal di Sulut
Prabowo undang Rusia garap 138 blok energi seiring penguatan kemitraan strategis bilateral
Indonesia-Arab Saudi tingkatkan kolaborasi pendidikan dan riset, tawarkan 1.000 beasiswa
Wamenlu: Indonesia serukan perdamaian dunia dan perjuangan Palestina pada KTT GNB
Presiden Prabowo dan Putin bertemu di EEF, perkuat kemitraan strategis Indonesia-Rusia
Penuhi undangan Putin, Presiden Prabowo hadiri Eastern Economic Forum ke-11 di Rusia
Rusia lirik Indonesia jadi mitra strategis kembangkan pelayaran Jalur Laut Utara
Kemlu selidiki dugaan TPPO dan penipuan visa yang melibatkan WNI di Jeju
Sekjen Kemhan RI hadiri Peringatan Hari Kemenangan dan Angkatan Bersenjata Türkiye di Jakarta
Indonesia dan Selandia Baru perkuat kemitraan pangan dan energi terbarukan di Indo-Pasifik