Organisasi kemanusiaan Indonesia, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), memperkuat dukungan kesehatan bagi warga Palestina dengan mengoperasikan MER-C Indonesia Medical Center di Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan.
Fasilitas ini menjadi salah satu tumpuan pelayanan medis bagi masyarakat, khususnya keluarga pengungsi yang menghadapi keterbatasan akses kesehatan di tengah krisis kemanusiaan.
Beroperasi sejak 1 Desember 2024 melalui kerja sama MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH), pusat kesehatan tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan medis di Mawasi, yang menjadi salah satu kawasan dengan konsentrasi pengungsi tinggi di Gaza selatan.
Melansir laporan Antara yang mengutip keterangan MER-C di Jakarta, Kamis (5/11), fasilitas tersebut kini menangani sekitar 1.100 hingga 1.500 pasien setiap hari. Operasionalnya didukung 116 personel, termasuk dokter spesialis dan umum, perawat, bidan, apoteker, teknisi laboratorium, fisioterapis, dokter gigi, serta tenaga kesehatan dan staf pendukung lainnya.
Pengoperasian pusat medis di Gaza selatan juga menjadi bagian dari upaya MER-C mempertahankan akses layanan kesehatan bagi warga Palestina setelah Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara, yang sebelumnya menjadi salah satu fasilitas utama organisasi tersebut, terpaksa menghentikan operasional akibat terdampak langsung serangan Israel.
Melalui fasilitas di Mawasi, MER-C berupaya melanjutkan kontribusi medis yang sebelumnya diberikan melalui Rumah Sakit Indonesia.
MER-C berharap dukungan dan kolaborasi masyarakat Indonesia dapat menjaga keberlanjutan operasional pusat medis tersebut sehingga mampu terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di Gaza.




















