DUNIA
2 menit membaca
Indonesia-Rusia perkuat dialog dan diplomasi di tengah krisis Timur Tengah
Pembahasan difokuskan pada perkembangan situasi global dan dampaknya, termasuk ketegangan di Selat Hormuz, konflik Palestina-Israel, serta kondisi di Lebanon, Suriah, dan Yaman.
Indonesia-Rusia perkuat dialog dan diplomasi di tengah krisis Timur Tengah
Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta dengan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Georgy Borisenko. /Foto: Kemlu RI

Indonesia dan Rusia memperdalam koordinasi diplomatik terkait dinamika Timur Tengah dalam konsultasi bilateral yang digelar di Moskow pada 13 Mei 2026. Pertemuan tersebut mempertemukan Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta dengan Deputi Menteri Luar Negeri Rusia Georgy Borisenko, sebagai bagian dari lanjutan dialog strategis kedua negara.

Pembahasan difokuskan pada perkembangan situasi kawasan yang dinilai bergerak cepat, termasuk konflik Palestina-Israel, ketegangan di Selat Hormuz, serta kondisi di Lebanon, Suriah, dan Yaman. 

Kedua pihak juga menyinggung meningkatnya eskalasi yang dipicu aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang dinilai perlu segera ditangani untuk mencegah instabilitas lebih luas.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Rusia sepakat bahwa akar ketegangan regional harus diselesaikan melalui pendekatan komprehensif.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dan Rusia perkuat kemitraan strategis di sektor perdagangan, energi dan pertanian

Selain isu kawasan, kerja sama dalam kerangka multilateral seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan BRICS turut menjadi agenda penting. Kedua negara memandang forum-forum tersebut sebagai sarana strategis untuk mendorong stabilitas global dan memperkuat koordinasi politik.

Indonesia kembali menegaskan sikap konsistennya dalam mendukung kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, baik melalui jalur bilateral maupun forum internasional. 

Sementara itu, kedua negara juga menegaskan komitmen terhadap prinsip-prinsip hukum internasional, termasuk penghormatan atas kedaulatan dan keutuhan wilayah, serta non-intervensi.

Pertemuan di Moskow ini juga menjadi kelanjutan dari dialog sebelumnya antara kedua negara, termasuk kunjungan pejabat tinggi Rusia ke Jakarta pada 2025. Suasana diskusi dilaporkan berlangsung konstruktif dan hangat, mencerminkan hubungan bilateral yang telah lama terjalin.

Di akhir konsultasi, Indonesia dan Rusia mencatat adanya kesamaan pandangan terhadap berbagai isu utama dan sepakat untuk terus melanjutkan komunikasi guna memperkuat kerja sama strategis di tengah dinamika global yang terus berkembang.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi