Sephora membantah laporan media yang menyebutkan bahwa mereka akan meluncurkan gerai pertamanya di negara tersebut akhir bulan ini, sembari mengonfirmasi kemitraan dengan salah satu peritel Israel.
Sephora Collection, lini merek kecantikan milik perusahaan tersebut, telah menandatangani perjanjian penjualan kembali (resale) sementara dengan peritel Israel, Glam42, ujar Sephora dalam sebuah pernyataan. Mereka menambahkan bahwa produk-produk tersebut akan mulai tersedia di beberapa gerai Glam42 di Israel mulai akhir Agustus.
Menyusul laporan media Israel terkait pembukaan gerai Sephora, Kementerian Luar Negeri Israel sempat mengunggah di platform X: “Selamat datang di Israel, Sephora!”
Kemitraan Sephora dengan Glam42 ini berlangsung di saat berbagai merek yang menjalankan bisnis di Israel tengah menghadapi tekanan hebat dari gerakan boikot yang kian meluas sejak Israel melancarkan genosidanya di Gaza.
“Dengan memulai bisnis di Israel, baik secara langsung maupun melalui dealer/pengecer Israel—terutama di bawah situasi seperti ini—Sephora dan pemiliknya, LVMH, telah memilih untuk memperdalam keterlibatan mereka dengan rezim genosida, apartheid, dan pendudukan militer ilegal Israel, di saat sebagian besar dunia justru bergerak ke arah yang berlawanan dan rezim genosida Israel semakin terisolasi dari sebelumnya,” ungkap juru bicara gerakan BDS kepada The New Arab.
“Glam42, perusahaan yang dilaporkan mengimpor produk Sephora Collection ke pasar Israel, merupakan pemasok utama bagi militer genosida Israel, yang membuat Sephora semakin terlibat [dalam kejahatan tersebut],” tambah pihak BDS.
Para aktivis penyelenggara menyatakan bahwa Glam42 juga menjual produk-produk Ahava, yang sebagian fasilitas produksinya berada di wilayah permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki.





















