BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Pemerintah Indonesia memperkuat kemitraan strategis dengan AS di sektor ekonomi kreatif jelang WCCE 2026, menjajaki potensi investasi dari raksasa teknologi hingga kerja sama dengan Hollywood.
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan Dubes RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo. Foto: Kementerian Ekonomi Kreatif

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan Dubes RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo di Jakarta, Selasa (8/9). Pertemuan ini membahas tindak lanjut Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara serta persiapan gelaran World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Langkah diplomasi ini mempertegas komitmen Indonesia untuk memperluas penetrasi produk kreatif lokal di pasar global. Hingga kini, AS masih menjadi tujuan utama ekspor ekonomi kreatif nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari–April 2026, nilai ekspor ekraf Indonesia ke AS menembus 3,31 miliar dolar AS. Angka ini didominasi subsektor fesyen sebesar 2,80 miliar dolar AS, kriya 0,48 miliar dolar AS, dan kuliner 15,55 juta dolar AS.

“Melalui kolaborasi strategis dengan Amerika Serikat sebagai mitra kunci, kita tidak hanya membuka jalur ekspor bagi subsektor unggulan seperti fesyen dan kriya, tetapi juga memperluas penetrasi subsektor lainnya,” ujar Teuku Riefky.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Ekraf menjajaki partisipasi delegasi AS pada WCCE 2026 bertema “Inclusively Creative: Collective Continuity”. Forum internasional di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026 ini menargetkan 8.000 peserta dari 50 negara dan diharapkan memunculkan Jakarta Vision on Creative Economy 2026.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan raksasa teknologi AS seperti Microsoft di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC) yang mencakup sembilan bidang strategis, termasuk industri film dan hak kekayaan intelektual.

Menanggapi hal tersebut, Dubes RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo menyambut positif potensi 21 subsektor ekraf Indonesia. Ia berharap kerja sama ini melahirkan aksi konkret untuk memajukan ekonomi kreatif kedua negara.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia bantah tuduhan AS soal praktik transshipment, sebut berbasis asumsi
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
MRT Jakarta jajaki investasi kawasan Glodok bersama mitra Singapura
Inflasi September 3,28 persen, BI optimistis harga tetap terkendali hingga 2027
Indonesia dan China percepat persiapan IDC-CEPA, perkuat ekonomi hijau dan kerja sama AI
Pemerintah pertahankan harga Pertalite meski harga minyak dunia capai $107
Surplus neraca dagang Agustus diprediksi meningkat, inflasi September naik tipis
Ekspor batu bara Indonesia tembus US$18,1 miliar, aturan diperketat
IHSG melemah dan rupiah tembus Rp18.000 di tengah tekanan pasar global
BI perkuat intervensi dan likuiditas saat Rupiah tertekan Dolar AS dan arus modal keluar
Rupiah tertekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, jatuh hampir 1 persen sepekan
Danantara dan Thales jajaki kerja sama AI hingga keamanan siber
Indonesia dan Rusia kembangkan potensi teknologi satelit dan AI untuk akses digital
Pasar halal Indonesia capai US$326 miliar pada paruh pertama 2026
Wamenhan RI dan Prancis tinjau program pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved di Surabaya
Arus modal asing capai Rp140,7 triliun, pemerintah siapkan strategi fiskal
BI pertahankan suku bunga 5,75 persen, perkuat insentif lindung nilai
Presiden Prabowo perkuat industri tekstil, dukung 4 juta pekerja dan ekspor Rp12 miliar
Indonesia dorong penguatan kerja sama ekonomi ASEAN dan Korea Selatan
Pemerintah incar potensi penghematan Rp500 triliun dari hilirisasi bioetanol
BPOM Indonesia dan China siapkan kesepakatan baru keamanan obat dan pangan
Perdagangan Indonesia-Rumania cetak rekor tertinggi pada 2026