Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima kunjungan Dubes RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo di Jakarta, Selasa (8/9). Pertemuan ini membahas tindak lanjut Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara serta persiapan gelaran World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.
Langkah diplomasi ini mempertegas komitmen Indonesia untuk memperluas penetrasi produk kreatif lokal di pasar global. Hingga kini, AS masih menjadi tujuan utama ekspor ekonomi kreatif nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Januari–April 2026, nilai ekspor ekraf Indonesia ke AS menembus 3,31 miliar dolar AS. Angka ini didominasi subsektor fesyen sebesar 2,80 miliar dolar AS, kriya 0,48 miliar dolar AS, dan kuliner 15,55 juta dolar AS.
“Melalui kolaborasi strategis dengan Amerika Serikat sebagai mitra kunci, kita tidak hanya membuka jalur ekspor bagi subsektor unggulan seperti fesyen dan kriya, tetapi juga memperluas penetrasi subsektor lainnya,” ujar Teuku Riefky.
Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Ekraf menjajaki partisipasi delegasi AS pada WCCE 2026 bertema “Inclusively Creative: Collective Continuity”. Forum internasional di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026 ini menargetkan 8.000 peserta dari 50 negara dan diharapkan memunculkan Jakarta Vision on Creative Economy 2026.
Pemerintah juga mendorong keterlibatan raksasa teknologi AS seperti Microsoft di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC) yang mencakup sembilan bidang strategis, termasuk industri film dan hak kekayaan intelektual.
Menanggapi hal tersebut, Dubes RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo menyambut positif potensi 21 subsektor ekraf Indonesia. Ia berharap kerja sama ini melahirkan aksi konkret untuk memajukan ekonomi kreatif kedua negara.


























