Aktivis di atas Flotila Global Sumud yang menuju Gaza melaporkan bahwa kapal mereka didekati oleh kapal fregat dan kapal perang saat sinyal komunikasi mereka mulai dikacaukan.
Pesawat nirawak (drone) juga dilaporkan terbang di atas konvoi tersebut pada Rabu malam.
Sementara itu, sumber militer Israel mengatakan kepada lembaga penyiaran publik Israel, KAN, bahwa pihak tentara telah mulai mengambil alih kendali atas flotila tersebut.
Sumber tersebut menambahkan bahwa Israel memutuskan untuk mencegat flotila tersebut di area dekat Pulau Kreta, yang berjarak ratusan kilometer dari daratan mereka.
Iring-iringan kapal ini, yang berangkat dari beberapa negara termasuk Türkiye, Spanyol, dan Italia, melibatkan lebih dari 100 kapal dengan membawa sekitar 1.000 peserta.
Konvoi ini merupakan pelayaran kedua bagi Global Freedom Flotilla setelah upaya sebelumnya pada September 2025 berakhir dengan serangan Israel terhadap kapal-kapal tersebut pada Oktober tahun yang sama saat berlayar di perairan internasional, serta penahanan ratusan aktivis internasional sebelum akhirnya dideportasi.
Pelayaran terbaru ini melibatkan perwakilan dari organisasi masyarakat sipil, aktivis, dan relawan dari berbagai negara dengan tujuan utama menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina di Gaza.
Flotila Global Sumud dibentuk untuk menembus blokade Israel di Gaza dan mengirimkan bantuan kemanusiaan.
Koalisi ini didirikan pada tahun 2025 oleh perwakilan LSM, aktivis, dan relawan dari berbagai mancanegara.
Israel telah memberlakukan blokade terhadap Gaza sejak tahun 2007, yang mengakibatkan sekitar 1,5 juta dari total 2,4 juta warga Palestina kehilangan tempat tinggal setelah rumah-rumah mereka hancur selama perang.















