Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan penyelesaian perang Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun kini "lebih dekat dari yang disadari banyak orang". Ia juga menyebut isu Ukraina akan menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan para pemimpin NATO di Türkiye pekan ini.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin (7/7), setelah akhir pekan lalu berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Di saat yang sama, Rusia melancarkan serangan rudal dan drone semalam ke Kyiv dan wilayah sekitarnya yang menewaskan sedikitnya 28 orang.
Sementara itu di Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pihaknya meyakini posisi Amerika Serikat terkait penyelesaian konflik tersebut tidak berubah.
Namun, dalam wawancara dengan Financial Times, Zelenskyy mengatakan ia menilai Presiden AS kini melihat konflik tersebut dari sudut pandang yang berbeda setelah keberhasilan terbaru Ukraina di medan perang.
"Menurut saya, kita sudah jauh lebih dekat dengan penyelesaian dibanding yang disadari banyak orang. Dan Presiden Putin ingin perang ini berakhir. Saya bisa mengatakan itu dengan sangat yakin," ujar Trump kepada wartawan di Ruang Oval.
Trump mengatakan dirinya melakukan pembicaraan yang "baik" dengan Putin pada Hari Kemerdekaan AS, 4 Juli. Menurut seorang ajudan Kremlin, percakapan yang berlangsung selama 85 menit itu diwarnai tawaran Trump untuk membantu mencari jalan menuju perdamaian.
"Presiden Zelenskyy juga sekarang benar-benar ingin perang ini berakhir. Kami akan menghadiri pertemuan NATO dan membahasnya. Saya rasa kami akan berhasil," kata Trump. "Saya pikir perang ini akan diakhiri. Situasinya sudah sangat mengerikan."
Trump dijadwalkan bertemu Zelenskyy pada Rabu (9/7) di sela-sela KTT NATO di Ankara. Seorang pejabat AS mengatakan pertemuan tersebut bertujuan untuk kembali mendorong upaya mengakhiri perang.
Pejabat yang sama mengatakan Trump kemungkinan akan kembali berbicara dengan Putin setelah bertemu Zelenskyy.
Sikap AS terhadap Ukraina
Di Moskow, Peskov mengatakan Putin dan Trump sepakat untuk terus menjalin komunikasi "dalam waktu dekat". Ia menegaskan Moskow menilai sikap Presiden AS terhadap konflik tersebut tetap konsisten.
"Presiden Trump memiliki sikap yang cukup konsisten. Semua spekulasi yang menyebut pandangannya berubah-ubah seperti penunjuk arah angin tentu tidak benar," kata Peskov kepada wartawan.
"Ia konsisten dan yakin dengan pemahamannya mengenai apa yang sedang terjadi. Namun yang paling penting, Trump terbuka untuk mendengarkan informasi yang disampaikan Putin kepadanya."
Zelenskyy juga menggambarkan percakapan teleponnya dengan Trump pada akhir pekan lalu sebagai pembicaraan yang "sangat baik". Dalam wawancara dengan Financial Times, ia mengatakan Trump menyebut Ukraina "berkinerja sangat baik" dalam serangan drone jarak jauh yang menyasar fasilitas industri minyak Rusia dan memicu kelangkaan bahan bakar di negara tersebut.
Saat ditanya apakah hal itu cukup untuk membuat Trump berpihak penuh kepada Ukraina, Zelenskyy mengatakan ia merasa Presiden AS kini memandang konflik tersebut dengan cara yang berbeda.
"Presiden Trump ingin berada di pihak yang meraih keberhasilan," demikian kutipan Financial Times dari pernyataan Zelenskyy.
"Itu berkaitan dengan banyak hal, bukan hanya kepribadiannya, tetapi juga pemilu sela AS yang semakin dekat, status politiknya, serta keyakinannya mengenai bagaimana perang ini bisa diakhiri."




















