Janice Tjen torehkan sejarah di Australian Open, kemenangan pertama Indonesia dalam 28 tahun
Janice Tjen mencatat sejarah sebagai petenis Indonesia pertama yang memenangi pertandingan Australian Open dalam 28 tahun setelah mengalahkan unggulan Kanada Leylah Fernandez dan melaju ke putaran kedua.
Petenis muda Indonesia Janice Tjen mencatatkan tonggak bersejarah di Australian Open setelah menyingkirkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, dan melaju ke putaran kedua turnamen Grand Slam tersebut.
Kemenangan ini mengakhiri penantian Indonesia selama hampir tiga dekade untuk kembali mencicipi kemenangan di ajang mayor.
Tjen yang tampil tanpa unggulan tampil meyakinkan dengan kemenangan dua set langsung 6-2, 7-6 (7/1) atas finalis US Open 2021 itu. Hasil tersebut menjadikannya petenis Indonesia pertama yang memenangi pertandingan di Australian Open sejak Yayuk Basuki melakukannya pada 1998.
“Rasanya sangat istimewa. Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari sejarah dan meraih kemenangan ini untuk Indonesia,” ujar Tjen usai laga.
Bermain di hadapan dukungan kuat penonton Indonesia yang memenuhi tribun, petenis berusia 23 tahun itu membuka pertandingan dengan agresif. Ia menutup set pertama hanya dalam 36 menit, membuat Fernandez kesulitan mengembangkan permainan.
‘Benar-benar spesial,’
Momentum sempat berayun di set kedua ketika Fernandez bangkit dan merebut tiga gim beruntun. Namun, Tjen tetap tenang dan memaksa laga berlanjut ke tiebreak. Di fase krusial tersebut, ia melesat unggul 3-0 dan tak pernah terkejar hingga mengunci kemenangan, yang disambut dengan teriakan emosional di lapangan.
“Khususnya karena saya bisa melakukannya di depan keluarga, teman-teman dekat, dan banyak pendukung Indonesia. Itu benar-benar spesial,” ujarnya kepada AFP.
Kemenangan di Melbourne menambah daftar pencapaian Tjen yang menanjak pesat sejak 2025. Setahun lalu, peringkat dunianya masih berada di luar 400 besar. Kini, ia telah menembus peringkat 59 dunia.
Dalam perjalanannya tahun lalu, Tjen juga mencuri perhatian saat menumbangkan unggulan ke-24 asal Rusia, Veronika Kudermetova, di US Open. Ia menjadi petenis Indonesia pertama yang tampil di undian utama tunggal Grand Slam sejak 2004.
Selain itu, gelar WTA Tour di Chennai menjadikannya petenis Indonesia pertama yang merebut titel tunggal WTA sejak 2002.
Ketika ditanya tentang perubahan hidupnya di luar lapangan setelah terobosan tersebut, Tjen mengaku mulai merasakan perhatian publik.
Sorak-sorai penonton Indonesia yang mengibarkan bendera merah putih di Melbourne juga meninggalkan kesan mendalam baginya. “Rasanya seperti bermain di rumah sendiri,” pungkas Tjen.