Amerika Serikat mengumumkan bahwa kapal-kapal akan dapat melintasi Selat Hormuz tanpa dikenakan tarif berdasarkan kesepakatan damai dengan Iran. Washington juga menegaskan bahwa Teheran harus memenuhi seluruh komitmennya sebelum memperoleh manfaat ekonomi.
Salah satu manfaat yang dimaksud mencakup kemungkinan pembentukan dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS untuk negara yang porak-poranda akibat perang tersebut. Namun, pencairan dana itu akan "bergantung pada pelaksanaan komitmen", kata seorang pejabat senior pemerintahan Trump dalam konferensi pers melalui sambungan telepon.
Para pejabat mengatakan Presiden Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) secara elektronik pada Minggu.
"Presiden ingin menandatangani dokumen itu secara langsung karena ia ingin menunjukkan komitmennya terhadap proses ini," kata salah seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya.
"MoU ini hanya sekitar satu setengah halaman, sehingga merupakan dokumen yang sangat umum," kata Vance kepada CNN.
Vance akan memimpin perundingan pekan ini dan menghadiri upacara penandatanganan secara langsung yang diperkirakan berlangsung di Jenewa, Swiss.
Normalisasi Selat Hormuz
Penandatanganan tersebut akan membuka periode 60 hari, di mana Iran dan Amerika Serikat akan berupaya menyusun kesepakatan damai yang lebih menyeluruh.
"Kami ingin menempatkan pembahasan mengenai isu nuklir sebagai prioritas utama," kata seorang pejabat AS dalam konferensi pers tersebut.
Namun, kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz menjadi prioritas mendesak mengingat dampak ekonomi global akibat lonjakan harga minyak.
Dalam wawancara dengan CNBC, Vance mengatakan terdapat kesepahaman dengan Iran bahwa selat tersebut akan dibuka kembali "tanpa pungutan tarif dalam jangka panjang, dan hal itu akan dibahas lebih lanjut dalam negosiasi teknis."
Trump sendiri mengatakan jalur pelayaran strategis tersebut akan "sepenuhnya terbuka" mulai Jumat, tetapi ia menambahkan bahwa operasi pencarian masih berlangsung untuk memastikan kawasan tersebut telah dibersihkan dari ranjau.
Pejabat AS pertama mengatakan lalu lintas pelayaran diperkirakan kembali ke tingkat sebelum perang "dalam beberapa pekan ke depan", meski saat ini telah terjadi "peningkatan lalu lintas yang cukup signifikan".
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin menyatakan bahwa kesepakatan tersebut tetap memungkinkan Teheran mengenakan biaya layanan maritim bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, bukan memberlakukan "tarif" atau pungutan transit.




