BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia manfaatkan dana JETP dan AZEC senilai $3,5 miliar untuk ekonomi hijau
Pemerintah mempercepat pengembangan industri hilir baterai kendaraan listrik dan panel surya. Di saat yang sama, kebijakan pencampuran bahan bakar nabati ditingkatkan dari B40 menuju B50.
Indonesia manfaatkan dana JETP dan AZEC senilai $3,5 miliar untuk ekonomi hijau
Indonesia juga berupaya memaksimalkan potensi energi terbarukan nasional yang diperkirakan mencapai 3.686 gigawatt. / Arsip Reuters

Pemerintah Indonesia telah memanfaatkan sekitar $3,5 miliar dari skema pendanaan Just Energy Transition Partnership (JETP) dan Asia Zero Emission Community (AZEC) untuk mempercepat pembangunan ekonomi hijau nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Selasa.

Airlangga menjelaskan bahwa keseluruhan komitmen pendanaan JETP untuk Indonesia mencapai $21,4 miliar, sementara AZEC menyediakan alokasi sebesar $500 juta.

“Percepatan program AZEC dan JETP mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendorong ekonomi hijau,” ujar Airlangga.

Selain dukungan internasional, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp404,2 triliun atau sekitar $24 miliar dalam APBN 2026 untuk memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk melalui berbagai inisiatif berbasis energi bersih.

Untuk mengakselerasi agenda tersebut, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis. Di antaranya adalah Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) serta Green Bond Development Facility (GBDF), yang pendanaannya bersumber dari JETP.

Proyek strategis energi bersih

Indonesia juga berupaya memaksimalkan potensi energi terbarukan nasional yang diperkirakan mencapai 3.686 gigawatt. Dalam kerangka itu, pemerintah merancang pembangunan jaringan transmisi hijau sepanjang 70 kilometer yang disebut sebagai green supergrid.

Melalui superholding Danantara, Indonesia juga berkomitmen membangun pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah menjadi energi. Fasilitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2026.

Airlangga menambahkan, pemerintah mempercepat pengembangan industri hilir baterai kendaraan listrik dan panel surya, serta kebijakan pencampuran bahan bakar nabati ditingkatkan dari B40 menuju B50.

Indonesia juga mengembangkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan, hidrogen, dan amonia hijau. Implementasi teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon serta penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (CCUS) turut dipercepat sebagai bagian dari strategi transisi energi.

Menurut Airlangga, penguatan ekonomi hijau berpotensi menciptakan hingga 4,4 juta lapangan kerja baru pada 2029. Langkah-langkah tersebut menandai upaya Indonesia untuk mengintegrasikan pendanaan global dan kebijakan domestik dalam mendorong transformasi menuju ekonomi rendah karbon.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia–Singapura perkuat investasi hijau dan ekonomi digital di ASEAN
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Ekspor CPO Indonesia diproyeksikan turun akibat penerapan biodiesel B50
Tingkatkan keselamatan MRT Jabodetabek, PT MITJ adopsi teknologi presisi Jepang
BEI resmi luncurkan ETF emas fisik pertama untuk tingkatkan pendalaman pasar keuangan
Ekonomi tumbuh 5,29 persen, Bakom RI: Ekonomi Indonesia tetap solid dan semakin berkualitas
Kemendag dan Brasil bahas PTA Indonesia-Mercosur untuk perluas pasar ekspor
Transaksi QRIS capai 12,55 miliar pada semester I 2026, dekati target tahunan Bank Indonesia
Indonesia dorong investasi China dan Rusia untuk proyek kereta Trans Kalimantan
Bank Dunia kucurkan penjaminan 750 juta dolar AS untuk KUR Bank Mandiri
I Squared akuisisi Cella, siapkan ekspansi gudang logistik di Indonesia
Pemerintah tunda penerapan pajak e-commerce hingga November 2026
China luncurkan dua satelit AI, Lampung-1 perkuat kerja sama antariksa dengan Indonesia
Indonesia batasi lima juta akun anak di platform digital melalui PP Tunas
CoreWeave ekspansi ke Indonesia, bangun pusat data AI pertama di kawasan Asia-Pasifik
Pemerintah siapkan stimulus kendaraan listrik, dorong insentif motor listrik dan pembebasan PPN
IHSG memimpin penguatan di Asia Tenggara, nilai tukar rupiah tertekan penguatan dolar
OJK tegaskan komitmen reformasi pasar modal di hadapan investor global
Ekspor Indonesia naik 4,13 persen, lonjakan nikel perkuat industri pengolahan
Perdagangan defisit $450 juta, tekanan eksternal masih membayangi ekonomi Indonesia
Indonesia dan Maroko tingkatkan hubungan ekonomi, nilai perdagangan melonjak tajam
BPDP Kemenkeu sebut 80 persen ekspor sawit Indonesia kini didominasi produk hilir