DUNIA
2 menit membaca
Türkiye gandeng Indonesia, Qatar, dan Pakistan kembangkan produksi alutsista bersama
Türkiye membidik kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia, Qatar, dan Pakistan untuk melangkah ke tahap produksi bersama dan alih teknologi melalui kesepakatan Badr MoU.
Türkiye gandeng Indonesia, Qatar, dan Pakistan kembangkan produksi alutsista bersama
"Nota Kesepahaman Badr" ditandatangani antara Türkiye, Qatar, Indonesia, dan Pakistan. Foto: AA

Türkiye membidik peningkatan kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia, Qatar, dan Pakistan dari sekadar skema pembelian senjata menjadi proyek produksi bersama serta pengembangan teknologi militer.

Kepala Badan Industri Pertahanan Türkiye (SSB), Haluk Gorgun, menyatakan bahwa Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Badr yang ditandatangani keempat negara di Doha, Qatar, menjadi landasan strategis untuk menyatukan kemampuan industri militer masing-masing negara.

"Kami percaya Nota Kesepahaman Badr akan membantu menerjemahkan kemampuan saling melengkapi dari Qatar, Pakistan, Indonesia, dan Türkiye menjadi proyek-proyek konkret," ujar Gorgun dalam pernyataan resminya.

Kesepakatan ini bertujuan untuk mendukung proyek produksi militer bersama serta memperkuat kerja sama di bidang pelatihan teknis, penelitian, dan pengembangan (R&D). Menurut Gorgun, Türkiye tidak lagi berfokus pada model penjualan produk siap pakai (off-the-shelf procurement), melainkan berkomitmen melakukan alih pengetahuan teknis, kemampuan rekayasa, dan pengalaman industri.

"Pendekatan kami dalam industri pertahanan adalah memproduksi bersama, mengembangkannya bersama, dan tumbuh lebih kuat bersama," tegasnya.

Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk memperkuat kedaulatan industri pertahanan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan penuh pada alutsista impor dari negara-negara Barat. Melalui skema ini, Indonesia berpeluang meningkatkan kapasitas manufaktur lokal serta sumber daya manusia di bidang teknologi militer.

Gorgun menambahkan bahwa diplomasi industri pertahanan Türkiye mencatatkan lonjakan signifikan. Sektor pertahanan Türkiye berhasil membukukan nilai ekspor lebih dari 30 miliar dolar AS sepanjang periode 2023 hingga 2026. Angka tersebut menyumbang lebih dari 55 persen dari total ekspor pertahanan negara tersebut selama 14 tahun terakhir. Bahkan dalam 12 bulan terakhir, nilai ekspor pertahanan Türkiye menembus rekor baru dengan melampaui angka 11 miliar dolar AS.

TerkaitTRT Indonesia - Türkiye, Qatar, Indonesia, dan Pakistan teken kesepakatan kerja sama pertahanan 'Badr'
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Kebakaran hutan meluas, Presiden Prabowo sindir negara yang suka hina Indonesia
Ancam turunkan status pasar saham RI, Presiden Prabowo sebut MSCI coba intimidasi Indonesia
Indonesia dan Portugal sepakati pengakuan sertifikat awak kapal perikanan
Uni Eropa kucurkan bantuan Rp4,02 miliar tangani dampak kekeringan di Indonesia
Indonesia desak akses pendidikan Palestina dijamin, BAZNAS salurkan beasiswa Rp22 miliar
Apa itu virus dengue?
Presiden Prabowo beri penghargaan kepada 140 personel Polri usai misi PBB di Afrika Tengah
Menlu Indonesia tegaskan komitmen perkuat PBB dan dorong reformasi multilateralisme
Indonesia dorong OKI perkuat penyelesaian konflik internal dan dukungan bagi Palestina
Indonesia dan Australia kerahkan kapal perang saat latihan bersama, perkuat kekuatan maritim
Guterres apresiasi Indonesia dalam misi perdamaian PBB, soroti peran stabilisasi di Afrika Tengah
Kemlu pastikan WNI tak terlibat unjuk rasa di Prancis, imbau waspadai situasi keamanan
Guterres temui Presiden Prabowo, apresiasi dukungan Indonesia terhadap perdamaian global
Dievakuasi dari pohon setinggi 10 meter, orang utan korban karhutla di Kotim selamat
Kebakaran hutan di Kalimantan kian parah, penyelamatan orang utan melonjak tajam
Indonesia buka pintu bantuan asing tangani kebakaran hutan dan lahan
Keris Woomera 2026: Australia sebut Indonesia mitra penting pertahanan strategis dan geografis
MUI desak pembatalan konser Andrea Bocelli di Indonesia terkait dukungan terhadap Israel
Indonesia-Rusia perkuat kerja sama teknik militer dan pengembangan industri pertahanan
DPR RI kritik pembatasan jilbab di Azerbaijan dan soroti komitmen melawan islamofobia