ASIA
2 menit membaca
Evakuasi 150 penumpang kapal di Pulau Pari berlangsung lancar usai gangguan mesin
Menurut laporan, gangguan mesin diketahui berasal dari sistem bahan bakar yang tercemar air, sehingga mesin tidak dapat berfungsi secara normal dan pelayaran terhenti.
Evakuasi 150 penumpang kapal di Pulau Pari berlangsung lancar usai gangguan mesin
Warga yang dievakuasi berada di pinggir pantai Pulau Pari, Kepulauan Seribu. /Foto: PPID DKI JAKARTA

Sebanyak 150 penumpang kapal KM Makmur Jaya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat gabungan dengan selamat setelah kapal tersebut mengalami gangguan mesin di perairan barat Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, pada Minggu pagi.

Insiden ini terjadi ketika kapal yang berangkat dari Pelabuhan Kali Adem, Jakarta Utara, menuju Pulau Pramuka itu mengalami masalah teknis sekitar pukul 09.55 WIB. Gangguan diketahui berasal dari sistem bahan bakar yang tercemar air, sehingga mesin tidak dapat berfungsi secara normal dan pelayaran terhenti.

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima petugas sekitar pukul 10.20 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, tim gabungan lintas sektor segera dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. 

Tim terdiri dari BPBD, aparat kepolisian setempat, Satpol PP, KSOP, Dinas Perhubungan, pemadam kebakaran, tenaga kesehatan, hingga unsur masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kepulauan Seribu, Mansyah, menyatakan bahwa proses evakuasi berjalan tanpa hambatan berarti berkat koordinasi yang baik di lapangan. 

“Proses evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi seluruh unsur yang terlibat serta dukungan warga setempat,” ujarnya di Jakarta.

Seluruh penumpang kemudian dibawa ke Pulau Pari untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Setelah dipastikan dalam kondisi baik, mereka kembali diberangkatkan menuju tujuan akhir di Pulau Pramuka menggunakan kapal milik BPBD.

“Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Setelah dipastikan seluruh penumpang dalam kondisi baik, mereka kami fasilitasi untuk melanjutkan perjalanan,” kata Mansyah.

Kapten KM Makmur Jaya, Murinan, menjelaskan bahwa gangguan terjadi akibat adanya campuran air dalam bahan bakar kapal. Kondisi tersebut berdampak langsung pada performa mesin hingga tidak dapat digunakan untuk melanjutkan pelayaran.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta. Hingga kini, kapal KM Makmur Jaya masih dalam penanganan lebih lanjut oleh otoritas terkait.

TerkaitTRT Indonesia - Setidaknya 4 orang tewas, puluhan hilang setelah kapal feri tenggelam di selat Bali
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi