Sebuah pesawat Boeing 777 milik Air India terpaksa putar balik setelah penurunan tekanan oli membuat pilot mematikan salah satu mesin, kata otoritas penerbangan India.
Pesawat yang semula menuju Mumbai itu mendarat dengan selamat kembali di Delhi. Insiden tersebut akan diselidiki lebih lanjut, ujar Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) dalam pernyataan pada Senin.
Pesawat modern dirancang agar tetap dapat terbang dan mendarat dengan aman hanya menggunakan satu mesin bila diperlukan.
Air India memang berada di bawah pengawasan ketat tahun ini menyusul kecelakaan Boeing Dreamliner pada 12 Juni yang menewaskan 260 orang. DGCA juga menyoroti sejumlah pelanggaran keselamatan di maskapai tersebut, yang hingga 2022 masih dimiliki pemerintah.
Sebelumnya, Reuters melaporkan investigasi internal Air India menemukan adanya “kegagalan sistemik” setelah salah satu pesawatnya melakukan penerbangan komersial tanpa izin kelaikan udara. Maskapai itu mengakui perlu meningkatkan kepatuhan terhadap aturan.
Pada Senin, pilot mendeteksi tekanan oli mesin yang rendah pada mesin kanan pesawat B777-300ER saat penarikan flap setelah lepas landas.
Tak lama kemudian, tekanan oli turun hingga nol. Awak pesawat pun mematikan mesin tersebut dan memutuskan kembali ke bandara sesuai prosedur, kata DGCA.
“Air India dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat situasi tak terduga ini. Pesawat sedang menjalani pemeriksaan yang diperlukan,” ujar juru bicara Air India dalam pernyataan resmi.
Menurut data Flightradar24, pesawat berusia 15 tahun itu sebelumnya telah melayani rute ke sejumlah kota, termasuk Wina, Vancouver, dan Chicago.
Hingga kini, Boeing belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait insiden tersebut.
















