BI pertahankan suku bunga acuan 4,75 persen di tengah pelemahan rupiah
Keputusan menahan suku bunga diambil saat nilai tukar rupiah berada dalam tekanan dan sempat menyentuh level terendah sepanjang sejarah.
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75 persen dalam rapat kebijakan yang digelar Rabu (21/1). Langkah ini diambil di tengah pelemahan rupiah dan sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar.
BI tetap menahan 7-day reverse repo rate di level 4,75 persen, posisi yang tidak berubah sejak September. Keputusan tersebut diambil secara bulat dan sejalan dengan perkiraan 26 ekonom yang disurvei Reuters.
Selain suku bunga acuan, bank sentral juga mempertahankan suku bunga deposit facility di level 3,75 persen dan lending facility sebesar 5,50 persen.
Dalam pernyataannya, BI menyebutkan level suku bunga saat ini masih dinilai memadai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.
Sebelumnya, BI telah memangkas suku bunga acuan sebesar total 150 basis poin dalam periode September 2024 hingga September 2025 sebagai bagian dari upaya mendorong ekspansi ekonomi.