Indonesia dan Gambia meresmikan kembali Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC) di Jenoi, Gambia, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan serta pengembangan kapasitas pertanian di kawasan Afrika Barat.
Fasilitas yang telah direvitalisasi dengan dukungan Pemerintah Indonesia itu diharapkan menjadi pusat pelatihan dan pertukaran pengetahuan bagi negara-negara di kawasan.
Peresmian dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir bersama Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Warga Negara Gambia di Luar Negeri, Sering Modou Njie, pada Rabu (1/6). Acara tersebut berlangsung di sela Sidang Komisi Bersama ke-2 Indonesia-Gambia yang digelar di Banjul pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.
Dalam keterangannya, Arrmanatha mengatakan pengoperasian kembali ARFTC mencerminkan kesinambungan komitmen Indonesia dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di Gambia dan Afrika Barat.
“Peresmian kembali ARFTC bukan sekadar menandai peremajaan infrastruktur. Ini adalah pembaruan komitmen Indonesia untuk terus berjalan bersama Gambia dalam memperkuat ketahanan pangan, membangun kapasitas, dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujar Arrmanatha.
ARFTC pertama kali dibangun pada 1996 melalui kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Yayasan Amal Masyarakat Pertanian Indonesia (YAMPI), dan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO). Selama hampir tiga dekade, fasilitas tersebut menjadi simbol kerja sama pembangunan antara kedua negara.
Menurut Kementerian Luar Negeri RI, pusat pelatihan itu telah memberikan pendidikan dan peningkatan keterampilan kepada lebih dari 6.000 petani serta penyuluh pertanian. Pesertanya tidak hanya berasal dari Gambia, tetapi juga dari sejumlah negara Afrika Barat seperti Guinea, Liberia, Mali, dan Senegal.
Pemerintah Indonesia menilai revitalisasi ARFTC merupakan bagian dari pendekatan kerja sama pembangunan yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran kembali pusat pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra pembangunan bagi Gambia dalam berbagai program peningkatan kapasitas dan pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.
















