ASIA
2 menit membaca
KSSK proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen di tengah gejolak global
KSSK menegaskan akan terus memantau risiko global dan memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi serta mempertahankan momentum pertumbuhan nasional.
KSSK proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen di tengah gejolak global
KSSK memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,6–6 persen sepanjang 2026. / OJK

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan Indonesia tetap stabil pada kuartal II 2026 meski ketidakpastian global meningkat akibat konflik geopolitik dan gejolak pasar internasional.

Ketua KSSK sekaligus Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ketahanan ekonomi nasional didukung koordinasi erat antarotoritas.

"KSSK menunjukkan bahwa kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan selama triwulan II 2026 tetap terjaga di tengah konflik geopolitik yang kembali meningkat, didukung koordinasi dan sinergi kebijakan yang erat antarotoritas," ujar Purbaya.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah insentif untuk menjaga permintaan domestik. Salah satunya berupa stimulus kendaraan listrik yang akan diumumkan secara resmi oleh Presiden.

KSSK memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,6–6 persen sepanjang 2026. Purbaya menyebut pertumbuhan kuartal II diperkirakan berada di sekitar 5,4 persen akibat tekanan eksternal, namun ekonomi diproyeksikan kembali menguat pada semester kedua melalui stimulus pemerintah dan koordinasi kebijakan bersama Bank Indonesia.

Kinerja fiskal nasional

Dari sisi fiskal, belanja negara hingga akhir kuartal II mencapai Rp1.656 triliun, naik 17,8 persen secara tahunan, didorong program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, infrastruktur, subsidi energi, serta pembayaran gaji ke-13 dan tunjangan aparatur negara.

Sementara penerimaan negara meningkat 21,4 persen menjadi Rp1.459,4 triliun, dengan penerimaan pajak sebagai kontributor utama. Pemerintah juga menyiapkan stimulus tambahan, termasuk insentif kendaraan listrik.

Untuk mendukung kebutuhan pembiayaan, pemerintah mencatat pembiayaan anggaran mencapai Rp452 triliun hingga akhir kuartal II 2026, meningkat 59,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

KSSK menegaskan akan terus memantau risiko global dan memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga stabilitas ekonomi serta mempertahankan momentum pertumbuhan nasional.

TerkaitTRT Indonesia - Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan global akibat dampak perang Iran
SUMBER:TRT Indonesia