IKLIM
2 menit membaca
El Nino menguat, Asia Tenggara bersiap hadapi tekanan ekonomi dan pangan
Terganggunya pola curah hujan diperkirakan menyebabkan musim tanam mundur atau berkurang. Dalam sejumlah kasus, petani bahkan dapat terdorong beralih ke komoditas yang membutuhkan air lebih sedikit untuk mengurangi risiko gagal panen.
El Nino menguat, Asia Tenggara bersiap hadapi tekanan ekonomi dan pangan
Para petani Indonesia bersiap menghadapi kemungkinan musim kemarau yang terkait dengan El Niño. / Reuters

Ancaman El Nino yang diperkirakan muncul dalam beberapa bulan mendatang menimbulkan kekhawatiran baru bagi negara-negara Asia Tenggara. Fenomena iklim tersebut dinilai dapat mengganggu ketahanan pangan sekaligus memperbesar tekanan inflasi di tengah kondisi ekonomi global yang masih rapuh.

Badan Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan El Nino akan berkembang sebelum Agustus dan berlanjut hingga November 2026. Fenomena ini ditandai oleh kenaikan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berada di atas rata-rata normal serta perubahan pola angin yang memengaruhi sistem cuaca regional.

Menurut laporan Deutsche Welle yang dikutip RRI, perubahan kondisi atmosfer dan laut tersebut berpotensi mengganggu musim hujan monsun yang selama ini menjadi penopang utama sektor pertanian di kawasan Asia Tenggara.

Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan terhadap dampak El Nino, terutama produksi beras dan minyak kelapa sawit. Negara-negara seperti Indonesia, Thailand, Filipina, dan Kamboja disebut berada di antara wilayah yang paling terdampak apabila kekeringan berkepanjangan terjadi.

Kenaikan harga pangan

Produksi beras di kawasan diperkirakan dapat menyusut antara 2 hingga 8 persen. Penurunan hasil panen berpotensi memicu kenaikan harga pangan dan memperbesar tekanan sosial, mengingat beras merupakan komoditas pokok bagi sebagian besar masyarakat Asia Tenggara.

Sementara itu, industri minyak kelapa sawit juga menghadapi risiko serupa akibat suhu yang lebih tinggi dari biasanya. Dampak terhadap produksi diperkirakan tidak terjadi secara langsung, tetapi dapat mulai terlihat dalam kurun enam hingga dua belas bulan mendatang.

Beberapa negara juga masih menghadapi tekanan harga yang tinggi. Inflasi tetap menjadi tantangan di Filipina dan Vietnam, sedangkan Indonesia mencatat kenaikan harga bahan bakar non-subsidi yang turut menambah beban biaya hidup masyarakat.

Selain dampak ekonomi, El Nino berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan gambut, kabut asap lintas batas, serta gangguan terhadap sektor pariwisata. Di tengah meningkatnya ketidakpuasan publik di sejumlah negara, kombinasi tekanan ekonomi global dan guncangan iklim dinilai dapat menjadi ujian serius bagi stabilitas sosial, ekonomi, dan politik Asia Tenggara dalam beberapa bulan mendatang.

TerkaitTRT Indonesia - Para ilmuwan peringatkan fenomena El Nino telah tiba, berpotensi capai intensitas terekstrem
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Kabut asap pekat lumpuhkan penerbangan di Riau dan picu udara tidak sehat di Malaysia
Imbas kabut asap Indonesia, Singapura jadi kota paling berpolusi di dunia
Gempa magnitudo 5,2 guncang Lombok Barat, BMKG sebut akibat deformasi batuan
Walhi dan Greenpeace ingatkan Indonesia tetap waspada karhutla meski titik panas turun
Kabut asap karhutla Indonesia selimuti Malaysia dan Singapura, kualitas udara di level tidak sehat
Polusi PM2.5 tinggi, kualitas udara Jakarta terburuk keempat di dunia
Ahli: Indonesia punya peluang besar di COP31 Antalya, Türkiye
Air Waduk Karian surut, Desa Somang yang terendam kembali terlihat
Hujan turun, warga Pontianak bernapas lega lepas dari kabut asap karhutla
Musim kemarau picu kekeringan, warga dan lahan pertanian di Bekasi terdampak
Gunung Semeru erupsi enam kali, kolom abu capai 900 meter
AQI Jakarta capai 159, kebakaran hutan Indonesia perburuk kualitas udara di Asia Tenggara
BMKG perkirakan musim hujan di Indonesia mundur ke awal November akibat El Nino
Banjir bandang terjang Solok, satu orang dilaporkan hilang
Karhutla Indonesia berpotensi berlanjut hingga awal November – Kemenhut
BNPB siapkan 3 ton garam untuk operasi modifikasi cuaca atasi karhutla dan kabut asap di Kaltim
Kebakaran hutan terburuk dalam 11 tahun perparah krisis ISPA di Kalimantan
BPBD catat 2.676 karhutla di Sumsel hingga September, 15 daerah masuk zona merah
AQI Jakarta capai 158, kualitas udara masuk empat terburuk dunia
Pemantauan kabut asap tunjukkan dampak karhutla Indonesia di Asia Tenggara