DUNIA
2 menit membaca
Korea Utara kritik peran AS di ASEAN, tegaskan dukungan pada stabilitas kawasan
Sikap ini muncul tidak lama setelah rangkaian pertemuan tingkat menteri ASEAN di Manila, termasuk Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-59 dan ASEAN Regional Forum ke-33, yang turut membahas isu keamanan kawasan seperti Korea Utara dan Selat Taiwan.
Korea Utara kritik peran AS di ASEAN, tegaskan dukungan pada stabilitas kawasan
Pyongyang mengkritik AS, Jepang, dan Korea Selatan yang dalam forum itu kembali menyerukan denuklirisasi Korea Utara. /Reuters

Korea Utara melontarkan kritik tajam terhadap peran Amerika Serikat di Asia Tenggara, dengan menuding Washington memanfaatkan kawasan tersebut untuk kepentingan keamanan dan kemakmurannya sendiri. Meski demikian, Pyongyang tetap menegaskan dukungannya terhadap peran sentral ASEAN dalam menjaga stabilitas regional.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor berita resmi KCNA pada Jumat (24/7), mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara. 

Dalam keterangannya, Pyongyang menyatakan menghormati kepemimpinan ASEAN yang berlandaskan prinsip “menghormati kedaulatan, kesetaraan negara, dan non-intervensi dalam urusan dalam negeri.”

Sikap ini muncul tidak lama setelah rangkaian pertemuan tingkat menteri ASEAN di Manila, termasuk Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-59 dan ASEAN Regional Forum ke-33, yang turut membahas isu keamanan kawasan seperti Korea Utara dan Selat Taiwan.

TerkaitTRT Indonesia - AS tegaskan komitmen ke Asia di tengah ketegangan global, ASEAN dorong kemitraan lebih konkret

Namun, Korea Utara menilai forum tersebut telah disalahgunakan oleh Amerika Serikat dan “negara-negara yang mengikutinya” untuk membenarkan kebijakan yang dianggap bermusuhan. Pyongyang menyebut langkah tersebut bertentangan dengan aspirasi negara-negara Asia Tenggara yang menginginkan perdamaian, pembangunan, dan kerja sama.

Secara khusus, Pyongyang mengkritik Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan yang dalam forum itu kembali menyerukan denuklirisasi Korea Utara serta mengangkat isu Selat Taiwan atas nama “kebebasan navigasi.” Menurutnya, ketiga negara tersebut justru menjadi “akar ketidakstabilan kawasan dan hambatan utama bagi perdamaian.”

Korea Utara juga menegaskan bahwa Asia Tenggara tidak seharusnya dijadikan arena untuk mempromosikan kepentingan sepihak negara tertentu. 

“Asia Tenggara tidak akan pernah menjadi kawasan yang tunduk pada upaya memajukan keamanan dan kemakmuran Amerika Serikat,” demikian pernyataan tersebut.

Di sisi lain, Pyongyang kembali menegaskan bahwa status nuklirnya bersifat tidak dapat diubah. 

Meski begitu, negara itu menyatakan kesiapan untuk terus mempererat hubungan dengan negara-negara anggota ASEAN yang menghormati kedaulatannya, sekaligus berkontribusi pada perdamaian dan kerja sama yang saling menguntungkan di kawasan.

TerkaitTRT Indonesia - Rusia sesalkan penolakan Korea Utara terhadap ASEAN, memperingatkan sekutu AS terhadap blok keamanan
SUMBER:َAA