DUNIA
2 menit membaca
Indonesia–UEA sepakati peningkatan investasi dan infrastruktur
Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjaga iklim investasi yang kondusif sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi investor dari PEA di sektor-sektor prioritas nasional.
Indonesia–UEA sepakati peningkatan investasi dan infrastruktur
Prabowo dan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan sepakat perkuat kemitraan dan investasi / BPMI Setpres RI
27 Februari 2026

Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Persatuan Emirat Arab Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan sepakat memperdalam kemitraan strategis dan memperluas kerja sama investasi dalam pertemuan bilateral di Qasr Al Bahr Palace, Abu Dhabi, pada Kamis.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat di taman terbuka istana, dengan kedua pemimpin duduk berhadap-hadapan dalam formasi melingkar bersama delegasi masing-masing. Agenda tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Presiden Prabowo untuk mempererat hubungan yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang turut mendampingi Presiden Prabowo, menyatakan bahwa kedua pemimpin membahas langkah konkret untuk meningkatkan investasi dan memperkuat hubungan bilateral. “Pertemuan membahas kerja sama peningkatan investasi. Bilateral ditingkatkan. UAE ingin meningkatkan investasinya di Indonesia,” ujarnya.

Presiden MBZ menegaskan komitmen negaranya untuk terus menambah nilai investasi di Indonesia. Negara Teluk itu memandang Indonesia sebagai mitra kunci di Asia Tenggara, khususnya dalam sektor energi, infrastruktur, dan pembangunan ekonomi masa depan.

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo tiba di Abu Dhabi, Indonesia–UEA perkuat kemitraan strategis multisektor

Investasi multisektor

Presiden Prabowo menegaskan kesiapan Indonesia untuk menjaga iklim investasi yang kondusif sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi investor dari PEA di sektor-sektor prioritas nasional.

Dialog kemudian berlanjut ke pertemuan yang diperluas, membahas penguatan kerja sama energi dan investasi hingga kemitraan ekonomi jangka panjang. Sebagai penutup, kedua pemimpin menggelar pertemuan empat mata (tête-à-tête) dalam suasana terbuka dan konstruktif, mencerminkan kedekatan personal sekaligus tekad memperkuat hubungan kedua negara.

Rangkaian pertemuan juga diwarnai momen kebersamaan Ramadan, termasuk iftar dan salat magrib berjemaah, yang semakin menegaskan ikatan persaudaraan antara kedua pemimpin dan delegasi.

Pertemuan ini memiliki arti khusus karena berlangsung pada tahun peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Persatuan Emirat Arab pada 2026. Setengah abad kerja sama tersebut kini memasuki fase baru yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kemitraan masa depan yang lebih luas serta berkelanjutan bagi kedua negara.

SUMBER:TRT Indonesia