Indonesia dan Peru sepakat memperkuat kemitraan strategis guna menjembatani hubungan ekonomi di dua kawasan yang tengah berkembang pesat, yaitu Asia Tenggara dan Amerika Selatan. Kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri RI (Wamenlu RI) Arrmanatha Nasir dan Wamenlu Peru Eric Anderson Machado di Lima, Peru, Minggu (27/7).
Wamenlu RI Arrmanatha Nasir—yang akrab disapa Tata—menegaskan pentingnya posisi Peru sebagai hub ekonomi strategis bagi Indonesia di kawasan Latin.
"Peru bukanlah negara yang jauh di ujung dunia, namun justru sebaliknya, salah satu pintu masuk penting Indonesia ke Amerika Selatan," ujar Arrmanatha dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa jaringan perdagangan Peru yang terus berkembang pesat di pesisir Pasifik menjadi pintu gerbang strategis bagi masuknya produk manufaktur dan investasi Indonesia ke Amerika Selatan. Sebaliknya, Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara menawarkan akses langsung ke pasar ASEAN yang dihuni lebih dari 700 juta penduduk.
Pertumbuhan Perdagangan dan Percepatan IP-CEPA
Kemitraan bilateral kedua negara mencatatkan tren yang sangat positif. Dalam lima tahun terakhir, nilai perdagangan Indonesia-Peru tumbuh rata-rata 5,5 persen per tahun, bahkan melonjak hingga 18 persen pada 2025. Tren positif ini diakselerasi oleh penandatanganan Bab Perdagangan Barang Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) pada 2025.
Melihat tingginya potensi ekonomi tersebut, kedua pihak berkomitmen mempercepat proses ratifikasi bab perdagangan barang sekaligus melanjutkan perundingan untuk bab perdagangan jasa dan investasi. Langkah ini diambil agar kemitraan ekonomi kedua negara dapat berjalan secara menyeluruh.
Selain sektor perdagangan dan investasi, kerja sama diprioritaskan pada bidang pertanian, kelautan dan perikanan, kebudayaan, hingga pembangunan internasional. Kedua negara juga sepakat menggelar Forum Konsultasi Bilateral ke-7 pada 2027 mendatang di Indonesia.

Penegasan Perlindungan Diplomat RI
Di tengah optimisme penguatan kerja sama ekonomi, Wamenlu Arrmanatha menyampaikan pesan tegas terkait aspek keamanan diplomat Indonesia di luar negeri. Ia meminta Pemerintah Peru menyelesaikan proses hukum kasus penembakan Penata Kanselerai Muda KBRI Lima yang terjadi pada September 2025 secara cepat dan tuntas.
"Melindungi warga negara dan diplomat kita di mana pun mereka bertugas bukanlah sekadar formalitas, hal ini merupakan tanggung jawab yang tidak bisa ditawar," tegas Arrmanatha.
Merespons hal tersebut, Pemerintah Peru menyatakan komitmennya untuk menuntaskan proses hukum terhadap pelaku yang telah ditangkap, serta menjamin penguatan perlindungan bagi seluruh staf Perwakilan RI di Lima.
Kunjungan kerja Wamenlu Arrmanatha Nasir ke Lima ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Pemerintah Republik Indonesia untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Terpilih Peru yang berlangsung pada 27–28 Juli 2026.

























