DUNIA
2 menit membaca
Perkuat akses ke Amerika Selatan, Indonesia dan Peru sepakat percepat perundingan CEPA
Indonesia dan Peru sepakat memperkuat hubungan ekonomi sebagai pintu gerbang antarwilayah Asia Tenggara dan Amerika Selatan. Kedua negara berkomitmen mempercepat ratifikasi IP-CEPA serta menuntaskan kasus penembakan diplomat RI.
Perkuat akses ke Amerika Selatan, Indonesia dan Peru sepakat percepat perundingan CEPA
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir dan Wakil Menteri Luar Negeri Republik Peru, Eric Anderson Machado, di Lima, Peru. Foto: Kemenlu

Indonesia dan Peru sepakat memperkuat kemitraan strategis guna menjembatani hubungan ekonomi di dua kawasan yang tengah berkembang pesat, yaitu Asia Tenggara dan Amerika Selatan. Kesepakatan ini mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Luar Negeri RI (Wamenlu RI) Arrmanatha Nasir dan Wamenlu Peru Eric Anderson Machado di Lima, Peru, Minggu (27/7).

Wamenlu RI Arrmanatha Nasir—yang akrab disapa Tata—menegaskan pentingnya posisi Peru sebagai hub ekonomi strategis bagi Indonesia di kawasan Latin.

"Peru bukanlah negara yang jauh di ujung dunia, namun justru sebaliknya, salah satu pintu masuk penting Indonesia ke Amerika Selatan," ujar Arrmanatha dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa jaringan perdagangan Peru yang terus berkembang pesat di pesisir Pasifik menjadi pintu gerbang strategis bagi masuknya produk manufaktur dan investasi Indonesia ke Amerika Selatan. Sebaliknya, Indonesia sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara menawarkan akses langsung ke pasar ASEAN yang dihuni lebih dari 700 juta penduduk.

Pertumbuhan Perdagangan dan Percepatan IP-CEPA

Kemitraan bilateral kedua negara mencatatkan tren yang sangat positif. Dalam lima tahun terakhir, nilai perdagangan Indonesia-Peru tumbuh rata-rata 5,5 persen per tahun, bahkan melonjak hingga 18 persen pada 2025. Tren positif ini diakselerasi oleh penandatanganan Bab Perdagangan Barang Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (IP-CEPA) pada 2025.

Melihat tingginya potensi ekonomi tersebut, kedua pihak berkomitmen mempercepat proses ratifikasi bab perdagangan barang sekaligus melanjutkan perundingan untuk bab perdagangan jasa dan investasi. Langkah ini diambil agar kemitraan ekonomi kedua negara dapat berjalan secara menyeluruh.

Selain sektor perdagangan dan investasi, kerja sama diprioritaskan pada bidang pertanian, kelautan dan perikanan, kebudayaan, hingga pembangunan internasional. Kedua negara juga sepakat menggelar Forum Konsultasi Bilateral ke-7 pada 2027 mendatang di Indonesia.

TerkaitIndonesia dan Jerman Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi Menyambut CEPA 2026 - TRT Indonesia - TRT Indonesia

Penegasan Perlindungan Diplomat RI

Di tengah optimisme penguatan kerja sama ekonomi, Wamenlu Arrmanatha menyampaikan pesan tegas terkait aspek keamanan diplomat Indonesia di luar negeri. Ia meminta Pemerintah Peru menyelesaikan proses hukum kasus penembakan Penata Kanselerai Muda KBRI Lima yang terjadi pada September 2025 secara cepat dan tuntas.

"Melindungi warga negara dan diplomat kita di mana pun mereka bertugas bukanlah sekadar formalitas, hal ini merupakan tanggung jawab yang tidak bisa ditawar," tegas Arrmanatha.

Merespons hal tersebut, Pemerintah Peru menyatakan komitmennya untuk menuntaskan proses hukum terhadap pelaku yang telah ditangkap, serta menjamin penguatan perlindungan bagi seluruh staf Perwakilan RI di Lima.

Kunjungan kerja Wamenlu Arrmanatha Nasir ke Lima ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Pemerintah Republik Indonesia untuk menghadiri upacara pelantikan Presiden Terpilih Peru yang berlangsung pada 27–28 Juli 2026.

TerkaitCCTV rekam momen detik-detik diplomat RI tewas ditembak di Peru - TRT Indonesia - TRT Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Pemerintah pantau kepulangan ABK Indonesia terdampak serangan rudal di Selat Hormuz
Indonesia perkuat koordinasi antar lembaga untuk ekspor mineral tanah jarang
Menlu RI dan Kanada sepati peluang baru perluas kemitraan strategis
Indonesia dorong DK PBB utamakan pencegahan konflik untuk jaga perdamaian global
Indonesia dan AS perkuat kerja sama zeni untuk tingkatkan ketahanan bencana
Korea Utara kritik peran AS di ASEAN, tegaskan dukungan pada stabilitas kawasan
KRI TNI AL Tiba di Vladivostok, Indonesia–Rusia gelar latihan maritim Orruda 2026
Indonesia kecam serangan kapal niaga di Laut Merah, soroti ancaman bagi perdagangan global
Presiden Prabowo tegaskan dukungan kemerdekaan Palestina tak bisa ditawar
Menteri Israel serbu Al-Aqsa, Indonesia dan 7 negara Muslim layangkan kecaman keras
Indonesia dorong ASEAN–Kanada tuntaskan FTA, garisbawahi ketahanan pangan dan energi
AS tegaskan komitmen ke Asia di tengah ketegangan global, ASEAN dorong kemitraan lebih konkret
Indonesia resmi jadi Dewan Auditor PBB gantikan China, perkuat peran global di bidang akuntabilitas
ASEAN-Türkiye resmi jadi mitra dialog, Sekjen ASEAN dan Wamenlu Türkiye bahas kerja sama strategis
Direktur FBI temui Presiden Prabowo di Kertanegara
Forum ASEAN soroti krisis Timur Tengah dan sengketa Laut China Selatan
ASEAN dan negara Asia Timur perkuat dukungan bagi pembangunan Palestina dalam forum CEAPAD
Quad incar kemitraan lebih dalam dengan ASEAN di tengah dinamika Indo-Pasifik
Indonesia bantah perubahan sikap politik luar negeri usai deportasi WN Palestina Abdul Karim
Dari Hormuz hingga Malaka: Peran selat strategis dunia dan ancaman konflik geopolitik