BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
MSCI pertimbangkan status Standalone Market, industri asuransi waspadai gejolak investasi
Pelaku industri asuransi berupaya menjaga kepercayaan nasabah sekaligus mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi pasar. AAJI juga meyakini pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan untuk meredam gejolak.
MSCI pertimbangkan status Standalone Market, industri asuransi waspadai gejolak investasi
Pelaku industri asuransi berupaya menjaga kepercayaan nasabah dan mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi pasar. / Dok. AAJI

Industri asuransi Indonesia mengkhawatirkan potensi perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Perubahan tersebut dinilai dapat menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan memengaruhi portofolio investasi perusahaan asuransi.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Albertus Wiroyo, berharap MSCI tidak melanjutkan rencana tersebut. Ia menyampaikan harapan itu di tengah konsultasi publik yang tengah dilakukan MSCI terkait usulan perubahan status pasar Indonesia.

Albertus menjelaskan, investasi perusahaan asuransi jiwa sebagian besar ditempatkan pada instrumen obligasi. Namun, investasi di pasar saham juga memiliki porsi cukup besar, yakni sekitar 15 persen pada kuartal II 2026.

Ia menambahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyampaikan pemberitahuan kepada pelaku industri asuransi agar memberikan pemahaman kepada nasabah untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi perkembangan pasar.

Menurut Albertus, karakter bisnis asuransi jiwa yang berorientasi jangka panjang membuat industri memiliki pengalaman menghadapi berbagai krisis. Ia optimistis sektor tersebut mampu melewati tekanan pasar dan kembali pulih.

"Jika melihat kembali pengalaman sebelumnya, kita bisa bangkit dari berbagai situasi sulit. Bahkan, kondisi industri biasanya menjadi lebih baik dibandingkan sebelum krisis," katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, mengatakan dampak rencana MSCI belum dirasakan secara langsung oleh perusahaan asuransi umum. Meski demikian, sejumlah perusahaan mulai meninjau kembali struktur portofolio investasi untuk mengantisipasi gejolak pasar.

Ia menilai perusahaan asuransi jiwa memiliki kerentanan lebih besar terhadap perubahan pasar modal karena sebagian pelaku industrinya menempatkan investasi dalam jumlah signifikan di pasar saham.

Di tengah ketidakpastian tersebut, pelaku industri asuransi berupaya menjaga kepercayaan nasabah dan mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi pasar. AAJI juga meyakini pemerintah akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi gejolak pasar.

TerkaitTRT Indonesia - BI yakinkan investor gejolak pasar saham akibat peringatan MSCI bersifat sementara


SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Rupiah tertekan hingga Rp18.183 per dolar AS di tengah lonjakan harga minyak
Pemerintah bidik target kerja sama perdagangan AS senilai US$33 miliar
Uni Emirat Arab pasok 30 juta barel minyak ke tanah air untuk jamin ketahanan energi
Laba bersih BUMN melonjak 18,4 persen, Danantara sebut transformasi mulai berbuah hasil
Program bioetanol E50 Indonesia butuhkan pembangunan 320 pabrik baru
Indonesia-India luncurkan koridor teknologi kreatif, kembangkan AI dan pasar global
Indonesia perketat pengawasan bursa saham setelah peringatan MSCI
SKK Migas tawarkan investasi pengembangan 43 temuan migas di Indonesia
BI targetkan transaksi mata uang lokal tembus $55 miliar pada 2026
Uang beredar di Indonesia naik jadi Rp10.587 triliun per September 2026
Perjanjian dagang Indonesia-Kanada mulai berlaku 1 Desember 2026, buka peluang ekspor dan investasi
IHSG menguat, saham BUMN perbankan hingga tambang dorong pemulihan pasar
Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di level 5,75 persen di tengah gejolak pasar
Pemerintah siapkan strategi fiskal jaga harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun
Investasi hilirisasi Indonesia capai Rp480 triliun hingga September 2026
Indonesia-Kamerun dan Afrika Tengah perkuat kemitraan ekonomi senilai $60 juta
Konsensus tipis ekonom perkirakan Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di tengah gejolak pasar
Pasar saham dan rupiah perlahan bangkit usai ancaman pembekuan dari MSCI
Dua tahun Prabowo-Gibran, Danantara perluas hilirisasi melalui 26 proyek senilai Rp225 triliun
Indonesia-Timor Leste perluas kerja sama ekonomi dengan perjanjian investasi bilateral