Puluhan jamaah umrah asal Ponorogo masih di Tanah Suci, kepulangan dijadwalkan 10 Maret

Sebanyak 38 warga Ponorogo yang tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 10 Maret, sementara 13 jamaah lainnya sempat tertahan akibat gangguan penerbangan di kawasan Timur Tengah.

By
Pengecekan akomodasi dan uji coba jalur transportasi Bus Sholawat bagi jemaah haji di Makkah. Foto: haji.go.id

Pemerintah melalui Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memastikan penanganan terhadap 13 jamaah umrah asal daerah tersebut yang sebelumnya tertahan di Jeddah, Arab Saudi. Penundaan terjadi setelah sejumlah penerbangan dihentikan sementara menyusul meningkatnya ketegangan perang antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Kepala Kantor Kemenhaj Ponorogo Marjuni mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan biro perjalanan serta otoritas terkait setelah menerima laporan mengenai penundaan kepulangan jamaah.

“Begitu ada informasi penerbangan tertunda, kami langsung berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan memantau kondisi jamaah. Informasi terakhir, mereka sudah diberangkatkan dari Jeddah dan transit melalui Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam,” kata Marjuni, Kamis, seperti dilaporkan Antara.

Belasan jamaah tersebut merupakan peserta biro perjalanan Al Marwah. Selama menunggu kepastian jadwal penerbangan, mereka diinapkan di hotel dengan pengawasan penuh dari pihak penyelenggara perjalanan.

Jamaah lain dijadwalkan pulang 10 Maret

Sesuai ketentuan Kemenhaj, PPIU bertanggung jawab menjamin keselamatan, akomodasi, serta konsumsi jamaah apabila terjadi pembatalan atau penundaan penerbangan.

“Dalam kondisi force majeure seperti ini, penyelenggara wajib memastikan jamaah tetap aman dan terlayani sampai kembali ke tanah air,” ujar Marjuni.

Selain itu, pihak Kemenhaj Ponorogo juga memantau 38 jamaah asal Ponorogo lainnya yang saat ini masih berada di Tanah Suci untuk menjalankan ibadah umrah. Mereka dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 10 Maret mendatang.

Untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari situasi di Timur Tengah, Kemenhaj turut mengimbau calon jamaah umrah agar sementara waktu menunda keberangkatan hingga kondisi penerbangan dinilai aman.

Kantor Kemenhaj Ponorogo menyatakan akan terus memperbarui informasi terkait situasi penerbangan dan berkoordinasi dengan maskapai serta penyelenggara perjalanan.

“Kami memastikan seluruh jamaah asal Ponorogo dalam kondisi aman. Jika ada perubahan jadwal, akan segera kami informasikan,” kata Marjuni.