BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2026 capai 5,47 persen, lampaui prediksi
Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen pada kuartal III 2026, melampaui estimasi para analis. Capaian ini didorong oleh membaiknya kinerja ekspor serta konsumsi rumah tangga yang tetap solid.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III 2026 capai 5,47 persen, lampaui prediksi
Tampilan dari drone memperlihatkan tumpukan kontainer di sebuah terminal serta perairan di sekitarnya di Jakarta Utara. Foto: Reuters

Ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal ketiga tahun 2026. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,47 persen secara tahunan (year-on-year).

Capaian ini berhasil melampaui konsensus pasar dalam survei Reuters yang memproyeksikan pertumbuhan sebesar 5,18 persen, sekaligus naik dari realisasi kuartal kedua yang berada di angka 5,29 persen. Peningkatan ekspor barang dan jasa serta konsumsi rumah tangga yang terjaga menjadi penopang utama laju ekonomi nasional.

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2026 dapat mencapai target 5,4 persen hingga 5,5 persen. Jika target ini terealisasi, angka tersebut akan menjadi laju pertumbuhan tahunan tertinggi bagi Indonesia sejak 2013.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan bahwa kenaikan ekspor produk kelapa sawit serta peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara pada periode Juli–September menjadi faktor kunci membaiknya keseimbangan eksternal Indonesia.

Pada kuartal ketiga, ekspor barang dan jasa tumbuh 4,59 persen, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,13 persen. Sementara itu, laju pertumbuhan impor melambat menjadi 7,31 persen dari sebelumnya 8,82 persen.

Konsumsi rumah tangga—yang menyumbang sekitar separuh dari total PDB Indonesia—tercatat tumbuh stabil di angka 5,04 persen, relatif konstan dibandingkan kuartal kedua sebesar 5,06 persen. Adapun belanja pemerintah mengalami perlambatan pertumbuhan menjadi 8,95 persen, dari yang sebelumnya tumbuh hampir 16 persen pada kuartal lalu.

Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz, menilai permintaan domestik melaju lebih kuat dari perkiraan, sementara tekanan dari sektor eksternal mulai berkurang. Menyikapi tren positif ini, Bank Danamon merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2026 dari 5,2 persen menjadi 5,35 persen.

Peningkatan Stok Barang dan Catatan Sektoral

Di sisi lain, data PDB kuartal ketiga juga menunjukkan adanya lonjakan pada perubahan inventori atau penumpukan stok barang. Ekonom Bank Permata, Faisal Rachman, menganalisis bahwa peningkatan persediaan ini kemungkinan dipicu oleh langkah antisipasi pasokan (precautionary stockpiling) di tengah risiko gangguan rantai pasok energi dan pangan global.

Direktur Statistik Harga BPS, Windhiarso Ponco Adi, menambahkan bahwa kenaikan stok terjadi di berbagai sektor usaha, dengan akumulasi terbesar terlihat pada unit kendaraan bermobil dan sepeda motor yang belum terjual.

BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi di sejumlah provinsi sempat tertahan akibat gangguan aktivitas ekonomi yang disebabkan oleh bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta paparan asap.

Untuk mendukung momentum pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia mempertahankan target pertumbuhan tahunan di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen dengan menyesuaikan kebijakan giro wajib minimum (GWM) perbankan.

TerkaitTRT Indonesia - Inflasi Indonesia Oktober 2026 melambat tipis jadi 3,23 persen
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi