Presiden Donald Trump mengatakan bahwa NATO menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika sekutu AS gagal membantu membuka Selat Hormuz, jalur pengangkutan minyak yang kritis yang praktis ditutup oleh Iran.
Dalam wawancara singkat dengan The Financial Times (FT) pada hari Minggu (15/3), Trump mengatakan bahwa sebagaimana Amerika Serikat telah membantu Ukraina dalam perang dengan Rusia, ia mengharapkan Eropa membantu soal Selat Hormuz, yang penutupannya telah membuat harga energi melambung di seluruh dunia.
'Jika tidak ada respons atau jika responsnya negatif, saya pikir itu akan sangat buruk bagi masa depan NATO,' kata Trump, yang selama bertahun-tahun telah mengkritik aliansi itu karena dianggap menumpang pada kemurahan hati AS.
'Adalah wajar bahwa negara-negara yang mendapat manfaat dari Selat itu akan membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana,' kata Trump.
Ketika ditanya tentang bantuan khusus yang diinginkannya, Trump mengatakan kepada FT bahwa ia menginginkan kapal penyapu ranjau serta 'orang-orang yang akan menindak beberapa pelaku bermasalah yang berada di sepanjang pantai [Iran].'
Kesepakatan dengan Iran
Trump mengatakan ia sedang berunding dengan tujuh negara mengenai pengamanan Selat Hormuz.
Ia juga mengatakan Washington berkomunikasi dengan Iran tetapi meragukan bahwa Teheran siap untuk negosiasi serius guna mengakhiri konflik.
Trump mengatakan kepada wartawan di Air Force One bahwa pemerintahnnya berbicara dengan Iran, 'tetapi saya tidak berpikir mereka siap.'
Ketidakpastian tentang berapa lama perang melawan Iran mungkin berlangsung telah mengguncang pasar minyak, di mana harga minyak mentah melonjak selama dua minggu terakhir karena risiko pasokan.
Pada hari Minggu, tolok ukur AS West Texas Intermediate dibuka 2,5 persen lebih tinggi pada $100,22 per barel, sementara harga Brent, tolok ukur internasional, naik 2,9 persen menjadi $106,11 per barel.














