Unjuk rasa atas masalah ekonomi di Iran berubah menjadi protes penuh kekerasan
Bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan menyisakan enam orang tewas saat demonstrasi atas kenaikan harga meluas melampaui Teheran.
Unjuk rasa atas memburuknya kondisi ekonomi Iran berubah mematikan, dengan sedikitnya enam orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dan pasukan keamanan di wilayah barat negara itu, menandai kematian pertama yang dilaporkan sejak unjuk rasa dimulai awal pekan ini.
Unjuk rasa itu meletus pada hari Minggu di Teheran, di mana para pemilik toko melancarkan mogok untuk memprotes lonjakan harga dan stagnasi ekonomi yang berkepanjangan. Sejak itu, protes menyebar ke beberapa kota, melibatkan mahasiswa dan kelompok lain.
Pada hari Kamis (1/01), kantor berita Fars melaporkan dua orang tewas dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa di kota Lordegan, provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, serta tiga orang di Azna, di provinsi tetangga Lorestan.
Polisi menanggapi dengan gas air mata, dan beberapa orang yang oleh pihak berwenang digambarkan sebagai 'biang kerok' ditangkap, ujar Fars, seraya menambahkan bahwa beberapa gedung mengalami kerusakan parah.
Sebelumnya pada hari Kamis, televisi negara melaporkan bahwa seorang anggota pasukan keamanan Iran tewas semalam saat kerusuhan di kota Kouhdasht di bagian barat.
Korban diidentifikasi sebagai seorang anggota Basij berusia 21 tahun, sebuah kelompok relawan paramiliter yang dibentuk oleh Khomeini tak lama setelah revolusi 1979.
Said Pourali, wakil gubernur Provinsi Lorestan, mengatakan 13 petugas polisi dan anggota Basij terluka akibat lemparan batu selama protes di Kouhdasht.
Ketegangan kembali meningkat di Iran
Presiden Masoud Pezeshkian berusaha meredakan ketegangan, mengakui 'tuntutan yang sah' dari para pengunjuk rasa dan mendesak pemerintahnya untuk menangani kesulitan ekonomi.
Pada saat yang sama, pihak berwenang berjanji akan memberikan respons tegas terhadap segala kekerasan, memperingatkan apa yang mereka sebut sebagai upaya memanfaatkan keluhan ekonomi untuk menciptakan ketidakstabilan.
Kejaksaan Agung Iran menyatakan protes ekonomi yang damai adalah sah, tetapi berjanji akan memberi 'respons tegas' terhadap tindakan yang menimbulkan ketidakamanan atau perusakan properti publik.
Kantor berita yang beraifiliasi dengan negara Tasnim melaporkan penangkapan tujuh orang yang diduga berafiliasi dengan kelompok 'yang bermusuhan terhadap Iran' yang berbasis di Amerika Serikat dan Eropa, menuduh mereka berusaha mengubah demonstrasi menjadi kekerasan.
Mata uang Iran telah kehilangan lebih dari sepertiga nilainya terhadap dolar AS selama setahun terakhir, sementara inflasi telah menggerus daya beli selama bertahun-tahun.